img_title
Foto : Instagram/@ratu.sofya

IntipSeleb – Aktris muda Ratu Sofya baru-baru ini menjadi sorotan publik setelah mengungkapkan curahan hatinya melalui siaran langsung di akun TikTok pribadinya. Dalam video tersebut, Ratu menceritakan beban hidup yang selama ini ia pikul sebagai tulang punggung keluarga atau yang kerap disebut sebagai sandwich generation.

Ratu Sofya mengaku sejak usia muda sudah harus bekerja keras demi membantu perekonomian keluarga. Ia menyebut penghasilannya dari dunia akting digunakan untuk menghidupi keluarganya karena kondisi ekonomi yang sulit.

“Karena masalah ekonomi, gue harus menghidupi keluarga gue. Ya caranya dengan gue syuting. Gue ini sandwich generation,” ujar Ratu Sofya dalam live TikTok-nya.

Tak hanya menanggung kebutuhan orang tua, Ratu juga harus membiayai pendidikan anggota keluarganya. Ia mengaku membayar biaya kuliah sang kakak, sepupu, hingga menyekolahkan adik-adiknya.

“Gue kuliahin kakak gue, gue kuliahin sepupu gue, gue sekolahin adik-adik gue,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Ratu juga harus menanggung biaya pengobatan anggota keluarga besarnya. Ia mengatakan setiap hari harus mengeluarkan uang untuk kebutuhan medis sang paman, termasuk obat-obatan rutin.

“Gue bayarin paman gue berobat, obatnya setiap hari gue yang biayain,” lanjutnya.

Ratu juga menjelaskan bahwa orang tuanya dalam kondisi sakit dan seluruh kebutuhan rumah tangga dipenuhi dari hasil kerja kerasnya sejak masih kecil.

“Emak gue, bokap gue sakit. Itu semua hasil gue kerja dari kecil buat kebutuhan rumah,” katanya.

Ratu Sofya mengaku pernah berada di titik terendah dalam hidupnya. Saat masih tinggal di rumah, ia sampai harus membuat konten video afiliasi tanpa dibayar oleh brand demi mendapatkan komisi.

“Sampai pernah gue bikin video affiliate tanpa dibayar sama brand, cuma buat dapet komisi. Itu buat uang jajan gue sendiri, supaya gue bisa beli sesuatu yang gue pengin,” tuturnya.

Di tengah ramainya curahan hati Ratu Sofya di media sosial, sang ibunda, Intan Masthura, turut mengunggah pernyataan bernada sindiran melalui Instagram Story di akun @intan_masthura.

Dalam unggahannya, ia menyinggung kasus Aurelie Moeremans dan mengaitkannya dengan kondisi yang dialami putrinya.

“Terima kasih Aurellie dengan cerita hidupmu. Semoga bisa jadi pelajaran untuk orang lain dan bisa membuka mata orang-orang untuk membantu kejadian yang seperti kamu alami,” tulis Intan Masthura.

Ia juga menyebut adanya dugaan doktrin dan grooming yang dialami anak-anak, sehingga menurutnya sering kali justru orang tua dan keluarga yang disalahkan.

“Karena masih banyak anak yang tidak sadar akibat sudah didoktrin dan di-grooming. Malah ujung-ujungnya orang tua dan keluarganya yang disalahkan karena telah terdoktrin oleh manipulator,” lanjutnya.

Topik Terkait