img_title
Foto : Prillylatuconsina96/instagram

IntipSeleb – Aktris dan produser film Prilly Latuconsina akhirnya menyampaikan klarifikasi sekaligus permohonan maaf setelah unggahannya di platform profesional LinkedIn menjadi perbincangan luas. Melalui sebuah video yang diunggah di akun Instagram pribadinya, Prilly mengakui bahwa tindakannya telah memicu berbagai reaksi emosional dan menimbulkan rasa tidak nyaman bagi sebagian pihak.

Sebagaimana diketahui, fitur #OpenToWork di LinkedIn umumnya digunakan oleh pengguna yang sedang aktif mencari pekerjaan. Namun, unggahan Prilly dengan menggunakan bingkai tersebut justru memantik kontroversi. Dalam waktu singkat, kekasih Omara Esteghlal itu mengungkapkan bahwa dirinya menerima lebih dari 30 ribu tawaran pekerjaan dari berbagai bidang dan industri.

Situasi tersebut kemudian memicu kegaduhan di ruang publik. Tak sedikit warganet menilai langkah Prilly kurang menunjukkan empati, terutama di tengah sulitnya kondisi pencarian kerja yang dihadapi banyak masyarakat saat ini.

Menanggapi polemik tersebut, Prilly menyampaikan bahwa ia memahami kemarahan, kekecewaan, hingga rasa tidak nyaman yang dirasakan publik akibat unggahannya.

“Hai semuanya, aku paham kalau situasi ini memunculkan banyak reaksi dan emosi. Aku juga mengerti kenapa sebagian dari kalian marah, kecewa, atau nggak nyaman. Untuk itu aku ingin menyampaikan klarifikasi dengan iktikad baik sebagai bentuk tanggung jawabku dalam berkomunikasi,” ujar Prilly, dikutip Rabu, 4 Februari 2026.

Ia pun menegaskan penyesalannya atas kegaduhan yang terjadi dan menyampaikan permohonan maaf secara tulus.

“Pertama-tama aku minta maaf dengan tulus kalau apa yang terjadi telah menimbulkan rasa nggak nyaman atau kesalahpahaman. Ini sama sekali bukan hal yang ingin aku ciptakan,” sambungnya.

Lebih lanjut, Prilly mengakui bahwa posisinya sebagai figur publik dengan latar belakang dan pengalaman hidup yang berbeda membuat unggahannya bisa ditafsirkan secara sensitif oleh masyarakat.

“Aku sadar posisiku dan pengalaman hidupku tidak sama dengan semua orang dan aku mengerti kenapa hal ini bisa terasa menyakitkan bagi sebagian pihak,” tegasnya.

Dalam klarifikasinya, Prilly juga menjelaskan alasan di balik penggunaan fitur #OpenToWork. Ia menyebut langkah tersebut didorong oleh keinginannya untuk belajar di luar zona nyaman serta membuka peluang kolaborasi lintas industri.

“Terkait penggunaan fitur #OpenToWork, aku ingin menggunakan sebagai ruang kolaborasi lintas industri dan memperluas jejaring profesional, terutama di bidang atau ruang yang sebelumnya belum pernah aku coba,” jelasnya.

“Ini bukan dimaksudkan untuk mengambil kesempatan siapa pun, melainkan sebagai bagian dari proses belajarku dan upayaku untuk terus bertumbuh,” tutup Prilly.

Topik Terkait