"Teman yang menggantikan jaganya itu sampai bisa beli motor gara-gara dibayar Cindy buat menggantikan jaga pas di stase anak," lanjutnya.
Tak hanya itu, testimoni tersebut juga menyinggung soal keterlambatan kelulusan Cindy pada masa preklinik karena harus mengulang beberapa blok perkuliahan. Konten belajar yang kerap Cindy unggah di media sosial pun diragukan kebenarannya.
"Semua yang dia post di sosmed dia belajar itu sebenarnya nggak benar karena kalau ditanya hal basic sama konsulen saja dia nggak bisa," katanya.
Testimoni lain datang dari seseorang yang mengaku pernah satu shift bersama Cindy di rumah sakit yang sama. Orang ini mengaku kesal karena Cindy lebih sering beristirahat dibanding menjalankan tugasnya sebagai koas.
"Dia kerjaannya bobo di ruangan istirahat dan sering main HP, sementara anak koas lain sibuk dengan tugas masing-masing," ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa Cindy bahkan pernah menanyakan hal medis yang sangat mendasar kepada mahasiswa keperawatan yang bertugas saat itu.
Meski berbagai testimoni itu beredar luas, identitas para pemberi kesaksian tidak dapat pihak mana pun verifikasi secara terbuka. Publik pun perlu menyikapinya dengan hati-hati.