Untuk menjaga nilai eksklusivitas itu, Slank sengaja membatasi produksi album "Republik Fufufafa" dalam jumlah kecil.
"Terbatas, mungkin ratusan, nggak sampai ribuan ya," tegas Bimbim.
Album berisi 10 lagu ini menyimpan kisah unik di balik proses pengerjaannya. Seluruh materi direkam selama bulan Ramadan 2025 di Fat Five Studio, studio milik gitaris Slank, Ridho Hafiedz.
Vokalis Kaka menyebut suasana puasa justru membawa energi berbeda yang mempertajam fokus seluruh personel saat rekaman.
"Kalau kondisi orang lagi puasa tuh fokusnya memang lebih tajam. Makanya album ini, ya lu mesti denger deh, bagus banget karena ngerjainnya lagi puasa," kata Kaka.
Slank memang mulai menjajaki teknologi baru, termasuk penggunaan AI dalam video klip lagu "PPN 12%". Namun secara musikalitas, Bimbim menegaskan Slank tidak akan menggeser identitas mereka yang sudah terbentuk puluhan tahun.
Ia menggunakan analogi sederhana untuk menggambarkan prinsip band ini.