IntipSeleb – Slank resmi meluncurkan album ke-26 mereka bertajuk "Republik Fufufafa" dalam format rilisan fisik terbatas pada 5 Juni 2026, bertepatan dengan Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Di balik keputusan itu, ada pengamatan menarik dari pentolan grup band legendaris ini soal tren koleksi musik fisik yang kembali diminati generasi muda.
Drummer Slank, Bimbim, mengamati geliat pasar musik fisik yang kembali hidup di kawasan Blok M, Jakarta Selatan. Ia menyaksikan sendiri bagaimana anak muda kini aktif mencari kaset pita dan CD sebagai koleksi.
"Di Blok M masih banyak banget orang jual CD sama kaset, dan banyak banget Gen Z dan Gen Alpha yang nyari-nyari kaset gitu," ujar Bimbim dalam konferensi pers di Kalibata, Jakarta Selatan, Jumat, 5 Juni 2026.
"Memang Slankers, walaupun sekarang era vinyl, mereka masih memburu kaset dan CD," lanjutnya.
Fenomena ini yang mendorong Slank tetap memproduksi rilisan fisik di tengah era streaming yang kian mendominasi industri musik tanah air.
Bagi Bimbim, rilisan fisik bukan sekadar media putar lagu. Ia melihat kaset dan CD sebagai kenang-kenangan dengan nilai investasi yang terus naik dari tahun ke tahun.
"Harga kaset dan CD yang lama itu naik terus setiap tahun. Yang tadinya kita cetak cuma enam ribu perak di kover kaset, sekarang mungkin sudah seratus ribu lebih ya," tambahnya.
Untuk menjaga nilai eksklusivitas itu, Slank sengaja membatasi produksi album "Republik Fufufafa" dalam jumlah kecil.
"Terbatas, mungkin ratusan, nggak sampai ribuan ya," tegas Bimbim.
Album berisi 10 lagu ini menyimpan kisah unik di balik proses pengerjaannya. Seluruh materi direkam selama bulan Ramadan 2025 di Fat Five Studio, studio milik gitaris Slank, Ridho Hafiedz.
Vokalis Kaka menyebut suasana puasa justru membawa energi berbeda yang mempertajam fokus seluruh personel saat rekaman.
"Kalau kondisi orang lagi puasa tuh fokusnya memang lebih tajam. Makanya album ini, ya lu mesti denger deh, bagus banget karena ngerjainnya lagi puasa," kata Kaka.
Slank memang mulai menjajaki teknologi baru, termasuk penggunaan AI dalam video klip lagu "PPN 12%". Namun secara musikalitas, Bimbim menegaskan Slank tidak akan menggeser identitas mereka yang sudah terbentuk puluhan tahun.
Ia menggunakan analogi sederhana untuk menggambarkan prinsip band ini.
"Kita selalu percaya don't change the winning team. Kita punya formula, punya resep. Kayak restoran Padang dari zaman kapan nggak berubah-berubah. Tapi tema dan apa yang kita omongin itu yang berkembang mengikuti zaman," tutup Bimbim.
Album "Republik Fufufafa" sudah lebih dulu diperkenalkan lewat beberapa singel bernuansa satir dan kritis, antara lain "PPN 12%", "Alarm", dan "Rusak Hancur". Perilisan pada 5 Juni 2026 dipilih Slank secara sengaja untuk selaras dengan semangat Hari Lingkungan Hidup Sedunia.