img_title
Foto : IntipSeleb/Wahyu Firmansyah

Melalui konsep Decentralized Executive Producing, pemilik token dapat berpartisipasi dalam pendanaan proyek film. Selain itu, mereka juga memperoleh akses eksklusif seperti kesempatan menyaksikan proses di balik layar, menghadiri gala premiere, mendapatkan tiket gratis, hingga memperoleh reward berbasis intellectual property (IP).

SHOW juga menyebutkan adanya potensi pembagian revenue token yang dapat diterima pemegang token setelah periode sekitar dua bulan.

COO SHOW, Joshua Khubani, menegaskan bahwa investasi besar yang disiapkan perusahaan bukan hanya bertujuan mengejar pertumbuhan bisnis, tetapi juga membangun fondasi baru bagi ekonomi kreatif digital di kawasan Asia Tenggara.

“Target investasi seratus juta dolar kami di Asia Tenggara bukan sekadar tentang angka pertumbuhan, melainkan tentang membangun arsitektur baru bagi ekonomi kreatif digital. Kami memandang Indonesia bukan sebagai pasar konsumtif, melainkan sebagai episentrum talenta yang selama ini kekurangan likuiditas dan sistem distribusi yang efisien. Kami hadir untuk menyelesaikan inefisiensi itu," katanya.

Melalui peluncuran resmi ini, SHOW Token berharap dapat membuka kolaborasi yang lebih luas dengan pemerintah, asosiasi perfilman, hingga komunitas teknologi dalam mengoptimalkan pemanfaatan blockchain dan AI di industri hiburan.

Dengan ekosistem tersebut, perusahaan menargetkan terciptanya masa depan industri film Indonesia yang lebih sehat, berkelanjutan, serta mampu membawa karya para penulis, sutradara, animator, dan kreator lokal bersaing di panggung internasional.

Topik Terkait