img_title
Foto : Ist

IntipSelebFilm Anak-Anak Bambu menggelar acara Press Conference dan Press Screening di XXI Epicentrum, Jakarta, menjelang penayangan perdananya di bioskop pada 23 Juli 2026. Acara ini menjadi kesempatan pertama bagi media, komunitas, dan para undangan untuk menyaksikan langsung kisah hangat garapan film tersebut, sebelum resmi tayang di seluruh bioskop Indonesia.

Jajaran produser, sutradara, dan pemain utama turut hadir dan meramaikan acara ini. Sejumlah nama beken menghiasi barisan pemain Anak-Anak Bambu, mulai dari Elma Theana, Evi Yulyanti, Dyan Sunu Prastowo, Ayushita, Sonny Septian, Fairuz A. Rafiq, Irgi Fahrezi, M. Adhiyat, Abah Jatnika, Indra Birowo, Maya Wulan, hingga Renzy Milano.

Theana Pictures memproduksi film ini dan menggandeng PT Armada Bumi Investama untuk menghadirkan karya yang mengangkat nilai-nilai kemanusiaan, keluarga, dan kepedulian sosial kepada masyarakat luas.

Anak-Anak Bambu mengangkat cerita tentang sebuah rumah sederhana yang menjadi tempat tumbuh dan bernaung bagi anak-anak yatim. Film ini menghadirkan kisah tentang kasih sayang, kebersamaan, dan perjuangan mempertahankan satu-satunya tempat yang mereka sebut sebagai rumah.

Alur cerita mengikuti kehidupan para penghuni Rumah Anak-Anak Bambu yang harus menghadapi ancaman kehilangan tempat tinggal, ketika berbagai kepentingan mulai mengincar tanah yang selama ini menjadi rumah bagi puluhan anak-anak. Konflik ini memunculkan pertanyaan besar tentang arti keluarga, penerimaan, dan tempat pulang bagi mereka yang tidak memiliki hubungan darah.

Produser Elma Theana mengungkapkan bahwa Anak-Anak Bambu lahir dari keinginan untuk menghadirkan cerita yang dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia.

"Film ini bukan hanya tentang sebuah rumah atau panti asuhan. Ini adalah cerita tentang manusia yang ingin diterima, dicintai, dan memiliki tempat untuk pulang. Kami berharap pesan tersebut dapat dirasakan oleh seluruh penonton Indonesia," ujar Elma Theana.

Sebagai bagian dari kampanye sosial dan bentuk kedekatan film dengan anak-anak Indonesia, Elma Theana juga menyampaikan bahwa tim film akan mengadakan rangkaian kegiatan nonton bersama dan berbagi kebahagiaan dengan anak-anak yatim di berbagai daerah.

"Semangat Anak-Anak Bambu tidak berhenti di layar lebar. Kami akan mengunjungi 11 kota di Indonesia untuk mengadakan kegiatan bersama anak-anak yatim. Kami ingin film ini bukan hanya menjadi tontonan, tetapi juga menjadi ruang untuk berbagi perhatian, kasih sayang, dan harapan kepada mereka yang membutuhkan," jelas Elma Theana.

Sutradara Dyan Sunu Prastowo menjelaskan bahwa film ini berupaya menghadirkan cerita yang hangat dan membumi melalui perspektif anak-anak, serta orang-orang yang tumbuh bersama mereka.

"Kami ingin menghadirkan pengalaman menonton yang sederhana namun membekas. Penonton akan melihat bagaimana sebuah tempat bisa menjadi sangat berarti ketika di dalamnya terdapat cinta, kenangan, dan orang-orang yang saling menjaga," kata Dyan Sunu Prastowo.

Selain menghadirkan kisah yang emosional, Anak-Anak Bambu turut menampilkan nilai-nilai kebersamaan yang dekat dengan budaya Indonesia melalui sosok Abah, para penghuni Rumah Anak-Anak Bambu, serta berbagai karakter yang mewakili dinamika kehidupan masyarakat sehari-hari.

Sejumlah mitra dan sponsor turut berkontribusi dalam perjalanan produksi hingga kampanye film ini, di antaranya Bank Syariah Indonesia (BSI), VIVIZUBEDI, SAH, Gentong Geulis, Artic Air Mineral, Petit, dan Penn. Dukungan tersebut menjadi bentuk sinergi antara industri kreatif dan dunia usaha dalam menghadirkan karya yang membawa pesan positif kepada masyarakat.

Maestro turut hadir sebagai Venue Partner yang mendukung berbagai rangkaian kegiatan promosi dan aktivasi film Anak-Anak Bambu.

Masyarakat dapat menyaksikan film Anak-Anak Bambu di bioskop kesayangan mulai 23 Juli 2026.

Topik Terkait