IntipSeleb – Setiap keluarga punya kata-kata yang tertunda bahkan tidak pernah sampai. Bukan karena tidak ada rasa, tapi karena tidak ada momen yang aman untuk memulai.
Bertepatan dengan Hari Anak Nasional, Palari Films merilis koleksi Postcard Desember Jani, rangkaian kartu visual edisi terbatas yang mengabadikan momen-momen hangat dari film drama keluarga yang akan tayang di bioskop pada bulan Desember 2026.
Kisah Desember Jani berpusat pada Jani, remaja berusia 13 tahun yang belajar menjaga keutuhan keluarganya di tengah konflik keluarga yang sunyi. Yuk lanjut scroll artikel selengkapnya berikut ini.
Di rumah itu, seorang kakak menghilang dalam heningnya malam, seorang ibu menyembunyikan penyesalan lewat kesibukan tanpa henti dan seorang nenek setia menunggu dalam ketidakpastian.
Di Hari Anak Nasional yang menaungi lebih dari 88 juta anak Indonesia, Palari Films mengajukan satu pertanyaan kepada seluruh keluarga: kapan terakhir kali kita benar-benar mendengarkan, bukan untuk menjawab, melainkan untuk mengerti?
Lewat koleksi postcard ini, kakak beradik Jani dan Julia menjadi wajah anak-anak Indonesia yang menyimpan pesan-pesan yang belum sempat terucap.
Produser film Desember Jani, Meiske Taurisia turut mengungkapkan seperti apa benang merah dan ekspektasi dari film yang diproduserinya tersebut.
"Anak-anak tidak butuh orang tua yang selalu punya jawaban. Mereka butuh tahu saat di dalam maupun di luar rumah, ada orang yang selalu mendengarkan ketika percakapan mulai terasa sulit,” ungkap Meiske.
“Desember Jani bukan tentang keluarga yang sempurna. Ini tentang keluarga yang masih mau mencoba," terangnya.
Sutradara Ariani Darmawan menjelaskan bagaimana filosofi yang hendak disampaikan dari karya sinema garapannya tersebut. Ia pun menyebut Jani sebagai karakter yang tidak menyelamatkan siapa pun.
"Kami membuat film ini agar saat mereka pulang, duduk di meja makan, bisa memulai percakapan yang sudah tertunda terlalu lama," ucap Ariani.
"Ia adalah satu-satunya yang tidak berhenti mencoba. Dan kadang itu sudah cukup untuk mengubah segalanya," ujarnya.
Sigi Wimala, pemeran Winnie, ibu tunggal yang menghidupi seluruh keluarga sendirian, juga menambahkan penuturannya perihal karakter peran yang dibawakannya tersebut.
"Winnie bukan ibu yang tidak peduli. Ia adalah ibu yang kecapean dan sudah tidak tahu lagi caranya. Saya rasa banyak orang tua di Indonesia akan terdiam sejenak saat melihat diri mereka di karakter ini," jelas Sigi Wimala.
"Ini juga reminder untuk saya sendiri. Karena merasa nyaman di rumah, kita sering bicara seenaknya tanpa sugarcoat dan itu menyakitkan. Kadang kita bisa menjadi paling jahat justru kepada orang yang paling dekat dengan kita," lanjut Sigi.
Melalui kehadiran V-Soy sebagai mitra, nilai-nilai kehangatan keluarga serta gaya hidup sehat yang diangkat dalam film ini dapat diselaraskan di meja makan.
Produk minuman sehat dari V-Soy memiliki keterkaitan erat dengan dinamika keluarga modern dalam jalan cerita, karakter, serta nilai kesehatan yang disajikan dalam diskusi hari ini.
Kolaborasi strategis ini diperkuat oleh Kalea Psychological Services, lembaga psikoterapi holistik dan kesehatan mental berbasis di Jakarta dan Bandung. Kalea bersama Palari Films akan menyelenggarakan sesi obrolan daring "Lunch & Learn" untuk keluarga di Indonesia.
Melalui program ini, Kalea ingin mengajak orang tua dan remaja melihat perspektif psikologis yang sehat dalam menyikapi dinamika keluarga di era digital, selaras dengan semangat film Desember Jani.
Film "Desember Jani" merupakan film yang ditulis, diproduseri, disutradarai, dan diperankan oleh semuanya perempuan. Film ini dibintangi oleh Chempa Puteri, Sigi Wimala, Tutie Kirana dan debut layar lebar Hyori Mika.
Desember Jani akan hadir di bioskop di seluruh Indonesia pada bulan Desember 2026.




