img_title
Foto : IntipSeleb

Naura Hakim Kesulitan Dalami Logat dan Bahasa

Selain Dimas, Naura Hakim juga membagikan pengalaman selama menjalani proses produksi URANG BUNIAN. Salah satu tantangan yang dirasakannya adalah ketika harus membawakan karakter perempuan desa, termasuk menyesuaikan logat dan cara berbicara.

"Kalau dari aku jujur banget kesulitannya adalah karena aku gadis desa gitu lah, jadi logat, logat itu susah banget. (Naura menirukan logat). Kayak apa ya, harus lebay, alay gitu-gitu, sumpah menurut aku kesulitannya itu. Dan ada satu lagi kalau misalkan kalian lihat tadi ada yang aku begini (memperagakan gerakan), itu aku mandi jam 3 pagi atau jam 4 pagi. Gitu sih, dua itu paling tantangannya," ucapnya.

Tak hanya logat, Naura juga harus berhadapan dengan tantangan bahasa. Latar belakangnya sebagai orang Jawa membuatnya perlu berlatih lebih keras ketika harus menggunakan bahasa yang memiliki cengkok berbeda.

"Terus tantangan yang aku hadapi tuh sebenarnya dari bahasa sih. Aku kan orang Jawa, terus kayak pas aku lihat tuh kebanyakan bukan bahasa yang aku tahu gitu loh. Jadi kayak aku terus-menerus latihan, terus kayak 'kok nggak bisa-bisa terus ya'. Kayak susah banget, kayak ada cengkok-cengkoknya gitu loh, ada kol-kolannya, ada bener-bener," katanya.

Tantangan tersebut menjadi bagian dari proses Naura dalam membangun karakter yang sesuai dengan latar cerita URANG BUNIAN.

Disutradarai Rendy Herpy dan diproduseri Johansyah Jumberan serta Victor G. Pramusinto, URANG BUNIAN mencoba mengangkat kekayaan cerita lokal ke layar lebar.

Topik Terkait