IntipSeleb – Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau kembali meningkat dan berdampak terhadap operasional penerbangan. Sebanyak lima bandara di wilayah Banten, Jakarta, dan Lampung ditutup sementara setelah abu vulkanik terpantau bergerak hingga mencapai kawasan Bandara Soekarno-Hatta.
Penutupan sejumlah bandara tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap dampak abu vulkanik yang dapat mengganggu keselamatan penerbangan.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, mengungkapkan pihaknya menerima laporan volcano ash advisory dari Darwin pada Sabtu, 5 September 2026 sekitar pukul 07.10 WIB.
Sejak laporan tersebut diterima, pihak terkait langsung melakukan pemantauan terhadap pergerakan abu vulkanik dari aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
"Kita menerima laporan volcano ash advisory dari Darwin itu jam 7.10 kemarin dan kita memantau dan melakukan monitoring pergerakan abu vulkanik. Sampai dengan jam 01.30 WIB abu sudah mencapai Soetta setelah kita lakukan paper test. Saat ini sudah ada 5 airport ditutup," ujar Lukman dalam konferensi pers virtual mengenai situasi pascaerupsi Gunung Anak Krakatau, Minggu, 6 September 2026.
Lima Bandara Ditutup Sementara
Berdasarkan pemantauan hingga Minggu pagi, terdapat lima bandara yang operasionalnya dihentikan sementara. Kelima bandara tersebut yakni:
- Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang
- Bandara Radin Inten II, Lampung
- Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta
- Bandara Budiarto, Curug
- Bandara Pondok Cabe
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, kemudian memberikan pembaruan mengenai waktu penutupan masing-masing bandara.
Bandara Soekarno-Hatta ditutup sementara mulai pukul 08.36 WIB hingga pukul 13.30 WIB. Sementara Bandara Halim Perdanakusuma ditutup mulai pukul 09.49 WIB sampai pukul 14.00 WIB.
Bandara Radin Inten II Lampung juga mengalami penutupan sementara hingga pukul 14.00 WIB. Kemudian Bandara Budiarto Curug dijadwalkan ditutup hingga pukul 13.30 WIB, sedangkan Bandara Pondok Cabe ditutup hingga pukul 14.00 WIB.
Penutupan tersebut dilakukan seiring pemantauan terhadap sebaran abu vulkanik yang berpotensi mengganggu aktivitas penerbangan.
Ratusan Penerbangan Terdampak
Dampak erupsi Gunung Anak Krakatau juga terasa pada sejumlah penerbangan. Berdasarkan keterangan tertulis PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) atau InJourney Airports, ratusan penerbangan mengalami gangguan operasional.
Bandara Soekarno-Hatta menjadi salah satu yang mengalami dampak paling besar dengan 301 penerbangan terdampak. Jumlah tersebut mencakup pembatalan penerbangan, keterlambatan, hingga pengalihan pendaratan ke bandara lain.
Sementara itu, 12 penerbangan di Bandara Radin Inten II Lampung terdampak dan seluruhnya merupakan pembatalan penerbangan.
Di Bandara Halim Perdanakusuma, tercatat 23 penerbangan terdampak, yang juga seluruhnya mengalami pembatalan.
Adapun di sejumlah bandara lainnya, terdapat 277 penerbangan terdampak akibat kondisi tersebut. Gangguan mencakup pembatalan, keterlambatan, serta pengalihan pendaratan pesawat ke bandara lain.
Dengan demikian, aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau memberikan dampak cukup signifikan terhadap lalu lintas penerbangan, khususnya di wilayah yang terdampak sebaran abu vulkanik.
Pihak terkait masih melakukan pemantauan terhadap perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan pergerakan abu vulkanik untuk menentukan langkah selanjutnya terkait operasional penerbangan.