img_title
Foto : IntipSeleb/Wahyu Firmansyah

"Kalau ditanya bangga atau tidak? Sejak saya bertemu mereka saya sudah bangga sama mereka siapapun anak-anak Istimewa itu saya bangga sama kalian," tuturnya.

Ayah Mansuri juga berharap setelah dirinya tidak lagi ada, akan muncul sosok lain yang meneruskan perjuangan untuk membantu anak-anak tersebut.

"Harapannya semua orang, kalau saya dipanggil nanti ada ayah-ayah lain yang bisa membantu," ujarnya.

Tak berhenti sampai di sana, Ayah Mansuri bahkan memiliki impian besar jika film Istimewa mendapat sambutan luas dari masyarakat.

"Kalau ini tembus 1 juta penonton saya akan membuka rumah Istimewa di seluruh Indonesia," katanya.

Sementara itu, sutradara Ruben Adrian mengatakan proses menggarap Istimewa tidak hanya mengandalkan pendekatan teknis. Ia memilih menggunakan hati ketika mengarahkan para pemain.

"Buat saya ketika saya jadi sutradara saya gak pakai teknis saya sudah pakai hati. Yang kalian liat ini adalah adik-adik yang saya cinta," ujar Ruben Adrian.

Menurutnya, proses mengarahkan para pemain justru membuat dirinya mendapatkan banyak pelajaran tentang ketulusan, kasih sayang, dan bagaimana saling menguatkan.

Topik Terkait