img_title
Foto : IntipSeleb/Wahyu Firmansyah

IntipSelebFilm Istimewa tak hanya menghadirkan kisah tentang keluarga dan perjuangan anak-anak dengan disabilitas. Di balik prosesnya, terdapat sosok Ayah Mansuri yang disebut memiliki peran besar dalam membangun keberanian dan kepercayaan diri para pemainnya.

Hal tersebut terungkap dalam konferensi pers film Istimewa. Enam pemain utama, yakni Bambang Ceper, Niatus, Salsabila Bella, Zulfadli Aldiansyah (Aldi), Rein, dan Mustofa, menceritakan pengalaman mereka bersama Ayah Mansuri.

Bagi mereka, Ayah Mansuri bukan sekadar sosok yang hadir dalam perjalanan menuju film Istimewa. Ia dianggap sebagai figur yang memberikan dukungan ketika mereka berada dalam situasi sulit hingga akhirnya berani tampil dan menunjukkan kemampuan di hadapan banyak orang.

Bambang Ceper menjadi salah satu pemain yang merasakan langsung perubahan dalam dirinya setelah mengenal Ayah Mansuri. Ia mengaku dahulu bahkan merasa malu untuk keluar rumah.

"Dulu aku gak percaya diri sama sekali. Keluar rumah aja malu. Aku tuh gak pernah keluar rumah setelah kenal Ayah Mansyuri mental aku terbentuk. Karena ayah aku bisa ada diposisi ini. Kalau bukan karena ayah aku gak ada disini," ujar Bambang Ceper saat konfrensi pers film Istimewa di Epicentrum, Jakarta, Senin, 7 September 2026.

Menurut Bambang, dukungan Ayah Mansuri perlahan membuat mentalnya terbentuk. Ia pun kini berani mengambil bagian dalam film Istimewa.

Cerita serupa disampaikan Niatus. Ia mengingat satu momen ketika dirinya membutuhkan dukungan saat berada di tahap akhir perkuliahan.

"Momen yang hak pernah saya lupakan itu pas saya kuliah di akhir skripsi itu. Saya gak pernah lupakan karena saya butuh support. Tapi saya gak mendapatkan itu. Tapi ada ayah yang selalu percaya dan memberikan dukungan untuk saya. Sampai akhirnya saya bisa lulus," tutur Niatus.

Bagi Niatus, kehadiran Ayah Mansuri menjadi sumber semangat ketika dirinya membutuhkan seseorang yang percaya terhadap kemampuannya.

Sementara itu, Salsabila Bella mengungkap pengalaman hidup yang tidak mudah. Ia pernah merasa ditolak dan kesulitan mendapatkan penerimaan dari lingkungan sekitar.

"Sebenernya kisah hidup bella juga. Bella gak diterima. Bella ditolak. Teman-teman gak mau sama Bella. Tapi disini Bella ketemu sama ayah. Ayah memberikan dukungan Bella pasti bisa untuk menjadi lebih lagi," kata Bella.

Dukungan tersebut membuat Bella memiliki keyakinan untuk berkembang dan menjadi pribadi yang lebih baik.

Zulfadli Aldiansyah atau Aldi juga menyampaikan rasa syukurnya setelah mengenal Ayah Mansuri. Ia bahkan menilai keberadaannya di film Istimewa tidak terlepas dari sosok tersebut.

"Alhamdulillah saya bisa berkenalan dengan ayah Mansuri. Tanpa ayah aku gak ada disini. Tanpa ayah aku tidak ada apa-apa," ujar Aldi.

Pernyataan Aldi menunjukkan betapa besar arti Ayah Mansuri dalam perjalanan yang membawanya hingga bisa terlibat dalam film layar lebar.

Rein memiliki pengalaman yang berbeda. Ia pernah berada di titik terendah dalam hidupnya setelah kehilangan sosok yang paling berarti.

"Saya pernah ada pengalaman dimana ada dibawah banget. Orang yang paling berarti dalam hidup saya itu dipanggil. Saya merasa dunia itu runtuh. Aku merasa tidak mendapatkan kepercayaan dari banyak orang. Tapi saat itu aku merasa Tuhan baik ya. Banyak hal baik yang datang. Salah satunya yang dibelakang aku ini Papa. Papa Mansuri," ungkap Rein.

Bahkan, Rein tidak pernah membayangkan dirinya bisa bermain film pada 2026. Kini, melalui Istimewa, ia mendapat kesempatan untuk dikenal lebih luas.

"Gak pernah terbayangkan kalau 2026 ini saya akan main film. Saya bisa dilihat banyak orang lewat film ini," lanjutnya.

Momen haru juga terjadi ketika Mustofa menyampaikan doa untuk Ayah Mansuri. Ia berharap sosok yang selama ini memberikan dukungan kepada mereka tersebut selalu diberikan kesehatan.

"Aku doain ayah sehat selalu dan panjang umur. Aku peluk ayah boleh gak? Ayah hebat," ucap Mustofa.

Perkataan tersebut membuat suasana konferensi pers menjadi emosional. Ayah Mansuri sendiri sebelumnya berusaha menahan kesedihan karena menganggap momen tersebut sebagai perayaan bagi anak-anak Istimewa.

"Jujur saya tadi sudah bilang kalau ini gak boleh ada kesedihan karena ini pestanya anak-anak. Tapi gak tau kenapa bisa sampai pecah," kata Ayah Mansuri.

Ia mengaku sudah merasa bangga kepada mereka sejak pertama kali bertemu.

"Kalau ditanya bangga atau tidak? Sejak saya bertemu mereka saya sudah bangga sama mereka siapapun anak-anak Istimewa itu saya bangga sama kalian," tuturnya.

Ayah Mansuri juga berharap setelah dirinya tidak lagi ada, akan muncul sosok lain yang meneruskan perjuangan untuk membantu anak-anak tersebut.

"Harapannya semua orang, kalau saya dipanggil nanti ada ayah-ayah lain yang bisa membantu," ujarnya.

Tak berhenti sampai di sana, Ayah Mansuri bahkan memiliki impian besar jika film Istimewa mendapat sambutan luas dari masyarakat.

"Kalau ini tembus 1 juta penonton saya akan membuka rumah Istimewa di seluruh Indonesia," katanya.

Sementara itu, sutradara Ruben Adrian mengatakan proses menggarap Istimewa tidak hanya mengandalkan pendekatan teknis. Ia memilih menggunakan hati ketika mengarahkan para pemain.

"Buat saya ketika saya jadi sutradara saya gak pakai teknis saya sudah pakai hati. Yang kalian liat ini adalah adik-adik yang saya cinta," ujar Ruben Adrian.

Menurutnya, proses mengarahkan para pemain justru membuat dirinya mendapatkan banyak pelajaran tentang ketulusan, kasih sayang, dan bagaimana saling menguatkan.

"Ketika saya menjadi sutradara dan mendirec saya rasakan adalah ketulusan dari teman-teman. Saya jadi belajar saling mengasihi dan mengajarkan," sambungnya.

Sinopsis Film Istimewa

Film Istimewa bercerita tentang kehidupan lima anak dengan disabilitas yang tinggal bersama sebagai keluarga di Rumah Istimewa. Mereka adalah Aldo (Aldi), Bimo (Bambang), Ken (Rein), Nita (Niatus), dan Mul (Mustofa).

Mereka hidup bersama Pak Mahendra yang diperankan Mathias Muchus, sosok ayah yang penuh kasih. Kehidupan mereka juga ditemani Mbak Kinan (Yanni Melwani), seorang sukarelawan yang setia merawat mereka.

Namun, kehidupan di Rumah Istimewa berubah ketika Ayah divonis mengidap kanker. Tak ingin anak-anak melihat dirinya semakin lemah, Ayah memilih pergi secara diam-diam.

Kepergian tersebut membuat kelima anak itu nekat melakukan perjalanan untuk mencari sosok yang sangat mereka cintai.

Dalam perjalanan, mereka bertemu Bagas (Ajil Ditto) dan Aji (Agus Kuncoro). Pertemuan tersebut membawa mereka menjadi viral melalui panggung PWO. Perjalanan mereka juga semakin berwarna setelah Ella (Salsabila Bella) bergabung.

Berbagai rintangan kemudian menguji persahabatan, keberanian, serta ketulusan mereka sebagai sebuah keluarga.

Setelah melewati banyak kejadian, mereka akhirnya menemukan titik terang untuk kembali bertemu dengan Ayah. Rumah Istimewa pun kembali berdiri, meski sebuah kehilangan mengajarkan bahwa tidak ada sesuatu yang abadi.

Film Istimewa mengangkat pesan mengenai kasih sayang, penerimaan, keluarga, serta arti menjadi seseorang yang selalu memberikan kepercayaan kepada orang lain.

Film produksi Kairos Pictures ini dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 17 September 2026.

Topik Terkait