img_title
Foto : Ist

IntipSelebFilm Istimewa hadir dengan cerita yang mengangkat kehidupan lima anak dengan disabilitas yang tinggal bersama dalam sebuah keluarga penuh kasih. Namun, film produksi Kairos Pictures ini tidak ingin menjadikan kondisi disabilitas sebagai komoditas untuk menarik perhatian penonton.

Hal tersebut ditegaskan aktor senior Mathias Muchus yang memerankan sosok Pak Mahendra, seorang ayah yang menjadi pusat kehidupan anak-anak di Rumah Istimewa.

Menurut Mathias Muchus, kekuatan utama film Istimewa bukan terletak pada kondisi para karakternya, melainkan hubungan antarmanusia yang dibangun dengan ketulusan.

"Kita memunculkan cinta disana. Jadi tidak ada embel-embel menjual sesuatu disana. Semacam hubungan yang tulus. Tanpa memikirkan apapun ini adalah sosok manusia yang utuh," ujar Mathias Muchus.

Pernyataan tersebut menjadi salah satu pesan penting yang coba disampaikan film Istimewa. Para karakter dengan disabilitas tidak ditempatkan hanya sebagai objek yang harus dikasihani, tetapi sebagai manusia dengan perasaan, keberanian, persahabatan, impian, serta kemampuan untuk menentukan jalan hidupnya sendiri.

Mathias Muchus Bangga dengan Perkembangan Para Pemain

Selama menjalani proses syuting, Mathias Muchus juga menyaksikan langsung perkembangan para pemain yang memerankan lima anak di Rumah Istimewa.

Ia mengaku bangga melihat keberanian dan rasa percaya diri mereka yang semakin tumbuh sepanjang proses produksi.

"Selama syuting saya bangga sama mereka bisa memunculkan keberanian dan kepercayaan dirinya. Awal syuting mereka masih minder tetapi perlahan kepercayaan diri mulai naik," kata Mathias.

Menurutnya, proses tersebut justru menjadi pengalaman berharga selama terlibat dalam film Istimewa. Ia melihat para pemain mampu beradaptasi dengan proses produksi layaknya pemain profesional.

" Mereka seperti profesional tanya Ruben syuting itu tidak ada kendala sama sekali," lanjutnya.

Kehadiran para pemain tersebut juga menjadi bagian penting dalam upaya sutradara Ruben Adrian menghadirkan cerita yang terasa dekat dan tulus.

Ruben Adrian Gunakan Hati Saat Menyutradarai Film Istimewa

Sementara itu, sutradara Ruben Adrian mengungkapkan pendekatan berbeda yang digunakannya selama menggarap film Istimewa. Ia mengaku tidak ingin hanya mengandalkan aspek teknis dalam menyutradarai film tersebut.

"Buat saya ketika saya jadi sutradara saya gak pakai teknis saya sudah pakai hati. Yang kalian liat ini adalah adik-adik yang saya cinta," tutur Ruben Adrian.

Ruben mengaku kedekatan emosional dengan para pemain membuat proses penyutradaraan Istimewa menjadi pengalaman yang memberikan banyak pelajaran.

"Ketika saya menjadi sutradara dan mendirec saya rasakan adalah ketulusan dari teman-teman. Saya jadi belajar saling mengasihi dan mengajarkan," ujarnya.

Pendekatan tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam cerita yang tidak hanya berbicara mengenai disabilitas. Film Istimewa membawa penonton melihat arti keluarga, persahabatan, kehilangan, keberanian, hingga kasih sayang yang diberikan tanpa syarat.

Sinopsis Film Istimewa

Film Istimewa bercerita tentang kehidupan lima anak dengan disabilitas, yakni Aldo (Aldi), Bimo (Bambang), Ken (Rein), Nita (Niatus), dan Mul (Mustofa), yang tinggal bersama sebagai sebuah keluarga di Rumah Istimewa.

Mereka hidup bersama Pak Mahendra (Mathias Muchus), sosok ayah yang penuh kasih, serta Mbak Kinan (Yanni Melwani), seorang sukarelawan yang setia merawat mereka.

Kehidupan mereka berubah ketika Pak Mahendra divonis menderita kanker. Tak ingin anak-anak melihat dirinya semakin lemah, ia memilih pergi secara diam-diam.

Kepergian tersebut membuat kelima anak itu nekat melakukan perjalanan untuk mencari sosok ayah yang selama ini menjadi bagian penting dalam kehidupan mereka.

Dalam perjalanan, mereka bertemu Bagas (Ajil Ditto) dan Aji (Agus Kuncoro). Pertemuan tersebut membawa mereka masuk ke panggung PWO hingga menjadi viral, terlebih setelah Ella (Salsabila Bella) ikut bergabung.

Namun, perjalanan tersebut bukan sekadar tentang menemukan kembali sosok ayah. Mereka juga harus menghadapi berbagai rintangan yang menguji persahabatan, keberanian, serta ketulusan masing-masing.

Setelah melewati perjalanan panjang, muncul harapan bagi mereka untuk kembali bertemu dengan Pak Mahendra.

Rumah Istimewa pun kembali berdiri. Namun, sebuah kehilangan akhirnya mengajarkan mereka bahwa tidak ada sesuatu yang benar-benar abadi. Yang tersisa adalah kasih sayang dan maaf yang membuat sebuah keluarga tetap bertahan.

Film Istimewa dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 17 September 2026.

Selain Mathias Muchus, film ini turut dibintangi Ajil Ditto, Agus Kuncoro, Yanni Melwani, Ence Bagus, Zulfadli Aldiansyah, Salsabila Bella, Bambang Ceper, Niatus Sholihah, Mustofa, Rein, Ricky Komo, dan Fauzan Rizal.

Topik Terkait