IntipSeleb – Paragon Pictures dan Ideosource Entertainment resmi merilis trailer film horor eksorsisme terbaru, Kuasa Gelap: Perjanjian Darah. Trailer tersebut memperlihatkan teror yang lebih besar sekaligus untuk pertama kalinya menampilkan sosok entitas kuno bernama Rephaim.
Sekuel ini kembali menghadirkan Lukman Sardi sebagai Romo Rendra dan Jerome Kurnia sebagai Romo Thomas. Keduanya harus menghadapi ancaman baru yang disebut jauh lebih berbahaya dibandingkan kekuatan yang mereka lawan sebelumnya.
Rephaim, Entitas Kuno yang Mengincar Nyawa Manusia
Dalam trailer, Rephaim diperkenalkan sebagai entitas kuno yang bersekutu dengan Fallen Angels. Entitas tersebut berusaha memengaruhi manusia untuk menjadi pengikutnya melalui sebuah perjanjian dengan imbalan yang mengerikan.
Manusia yang menerima tawaran tersebut harus mempertaruhkan nyawanya. Ancaman inilah yang kemudian menjadi pusat konflik dalam Kuasa Gelap: Perjanjian Darah.
Sosok Daniel yang diperankan Venly Arauna menjadi salah satu sumber teror utama. Tubuh Daniel dirasuki iblis purba yang sangat berbahaya.
Kekuatan tersebut tidak hanya mengancam Daniel dan keluarganya. Teror yang muncul berkembang menjadi ancaman yang dapat berdampak terhadap wilayah yang lebih luas.
Desain karakter Rephaim sendiri dibuat oleh produser Robert Ronny dengan inspirasi dari sineas sekaligus sahabatnya, Monty Tiwa.
Robert Ronny mengatakan film ini membawa pesan mengenai hubungan manusia dengan Tuhan di tengah godaan kekuatan gelap.
“Fallen Angels selalu mencoba mempengaruhi manusia untuk membuat perjanjian darah dengan imbalan jiwa mereka. Yang ingin kami angkat di film ini adalah: meskipun manusia telah berdosa dan meninggalkan Tuhan, Tuhan selalu setia. Selama kita masih mau kembali kepada-Nya, Tuhan akan tetap menerima kita dan memberikan berkat serta perlindungan-Nya,” ujar Robert Ronny.
Cerita Tak Lagi Berpusat pada Satu Keluarga
Produser eksekutif Andi Boediman mengungkapkan bahwa Kuasa Gelap: Perjanjian Darah tidak hanya mengandalkan teror sebagai daya tarik utama. Film ini juga membawa cerita tentang konsekuensi dari pilihan yang dibuat generasi sebelumnya.
“Tidak banyak film yang berani mengatakan bahwa kegelapan itu nyata dan bahwa ada jalan untuk menghadapinya. Kami membuat film tentang pilihan yang dibuat satu generasi ternyata harus dibayar oleh generasi berikutnya,” ujar Andi Boediman.
Sementara itu, sutradara Rizal Mantovani menyebut skala cerita dalam sekuel ini dibuat jauh lebih besar dibandingkan film sebelumnya.
“Di sekuelnya, skala ceritanya jauh lebih besar. Film ini tidak hanya berpusat pada satu keluarga, namun juga berdampak pada seluruh wilayah. Taruhannya bukan satu nyawa, tapi banyak,” ujar Rizal Mantovani.
Perluasan skala cerita tersebut membuat ancaman dalam film bukan lagi sekadar persoalan menyelamatkan satu atau dua orang. Ritual eksorsisme yang dilakukan Romo Rendra dan Romo Thomas kini berhadapan dengan konsekuensi yang jauh lebih besar.
Romo Rendra dan Romo Thomas Kembali Jalani Eksorsisme
Lukman Sardi kembali memerankan Romo Rendra, sementara Jerome Kurnia tampil sebagai Romo Thomas. Dalam menghadapi kekuatan Rephaim, keduanya memiliki tantangan masing-masing.
Lukman menjelaskan bahwa seorang imam eksorsis dalam Gereja Katolik dituntut untuk mempersiapkan diri secara rohani sebelum menjalankan tugas tersebut.
“Dalam Gereja Katolik, seorang imam eksorsis dituntut mempersiapkan diri secara rohani melalui Sakramen Rekonsiliasi (pengakuan dosa). Kuasa pembebasan berasal dari Kristus, namun disposisi batin dan kesucian hidup sang imam juga sangat penting. Keterbukaan dan kebersihan jiwa sang imam menjadi sarana yang baik untuk efektivitas tindakan eksorsis,” ujar Lukman Sardi.
Di sisi lain, Jerome Kurnia menggambarkan perkembangan hubungan kedua karakter tersebut ketika menghadapi ancaman baru.
“Ketika Romo Rendra mulai goyah, Romo Thomas justru harus berdiri paling teguh. Tapi keyakinan yang terlalu besar pada diri sendiri bisa menjadi batu sandungannya,” ujar Jerome Kurnia.
Dari sisi produksi, Kuasa Gelap: Perjanjian Darah digarap oleh Paragon Pictures dan Ideosource Entertainment. Film ini disutradarai Rizal Mantovani dengan sinematografi Yadi Sugandi.
Naskah film ditulis Robert Ronny dan Andri Cahyadi. Robert Ronny dan Prima Taufik bertindak sebagai produser, sedangkan Andi Boediman menjadi produser eksekutif.
Film ini juga menjadi film Indonesia kelima yang mendapatkan kesempatan tayang dalam format IMAX. Kehadiran format tersebut diharapkan memberikan pengalaman visual dan audio yang lebih imersif untuk adegan-adegan eksorsisme serta teror Rephaim.
Selain IMAX, film ini juga akan hadir di Magnify 8 Cinepolis. Teknologi tersebut menggunakan kursi dengan sistem getaran dan pengeras suara bass shaker yang dirancang untuk memberikan sensasi tambahan selama film diputar.
Getaran yang dihasilkan dapat menyesuaikan dengan audio film, mulai dari sensasi lembut hingga dentuman yang lebih kuat. Teknologi tersebut sebelumnya juga digunakan dalam pemutaran Avatar: Fire and Ash.
Kuasa Gelap: Perjanjian Darah dibintangi sejumlah aktor Indonesia, di antaranya Lukman Sardi, Jerome Kurnia, Venly Arauna, Ferry Salim, Feby Febiola, Lydia Kandou, Sisca Saras, Keysha Angelica, Kiki Narendra, dan Faiz Vishal.
Film ini diproduksi Paragon Pictures dan Ideosource Entertainment dengan dukungan Legacy Pictures, SRN, Virtuelines Entertainment, WOW Multinet Pictures, Mokster Films, serta Netzme Gateway.