img_title
Foto : Instagram

Sebagai sutradara, Baim menyebut perjalanan panjangnya di dunia kreatif memberikan banyak pelajaran berharga. Selama bertahun-tahun, ia mempelajari berbagai pendekatan dari sejumlah sutradara yang pernah ditemuinya maupun karya-karya yang menjadi referensi baginya.

Baim kemudian mengambil berbagai elemen yang menurutnya bermanfaat untuk diterapkan dalam proses kreatifnya sendiri. Pengalaman itu perlahan membentuk gaya Baim dalam mengembangkan sebuah cerita menjadi karya film.

“Pembelajaran dari semua director yang pernah saya jalani, dari puluhan tahun sampai sekarang saya coba meniru sedikit-sedikit semua gaya-gaya yang menurut saya bermanfaat buat saya sebagai director, saya lakuin, dan akhirnya bisa mendapatkan apresiasi ini,” ungkap Baim.

Baim menegaskan bahwa kesempatan yang diterima Semua Akan Baik-Baik Saja bukan semata pencapaian pribadinya sebagai sutradara. Ia menilai apresiasi terhadap film ini merupakan hasil kerja keras seluruh pihak, mulai dari pemain, sutradara, penulis, sinematografer, hingga kru di balik layar.

“Menurut saya ini semua kerja keras. Tapi insyaallah apa pun yang akan terjadi nantinya, saya sudah bangga sekarang, bukan hanya sebagai pribadi tapi sebagai tim. Ini kerja keras, banyak orang, bukan per orang,” jelasnya.

Baim mengaku sebelumnya pernah membawa karya ke luar negeri dan meraih penghargaan. Namun, ia menyebut kesempatan kali ini memiliki arti tersendiri baginya.

“Ini sebenarnya sudah pernah, cuma waktu itu kan di lomba itu buat di luar negeri juga pernah dapat penghargaan. Tapi untuk Semua Akan Baik-Baik Saja, ini salah satu yang paling membanggakan buat saya,” ujarnya.

Topik Terkait