img_title
Foto : IntipSeleb/Wahyu Firmansyah

Menurutnya, sosok pahlawan tidak selalu digambarkan sebagai manusia yang tanpa rasa takut.

“Sebuah kehormatan bisa terlibat di film ini. Pas dapat peran ini, pas saya mendalami peran. Saya mendapatkan satu hal. Selama ini kita tahu pejuang itu sangat kuat. Tetapi, pejuang saat itu ada rasa takut ada rasa buntu. Selamet Ginting ini merepresentasikan para pahlawan itu,” tutur Jourdy Pranata.

Sementara itu, Marcell Darwin melakukan pendekatan khusus untuk mendalami karakter Jacob Waas. Ia belajar dialek dari temannya yang berasal dari Maluku.

“Saya belajar sama temen saya yang orang Maluku. Jadi pas dapat peran ini saya langsung ketemu teman saya kasih skenarionya. Saya minta ajarin dialegnya,” ujar Marcell Darwin.

Bagi Riahna Djamin Ginting, putri almarhum Djamin Ginting sekaligus Executive Producer film ini, Djamin Setia Selamanya memiliki makna personal.

Ia melihat film tersebut sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan sang ayah sekaligus upaya memperkenalkan kisahnya kepada generasi muda.

“Bagi saya, Djamin Setia Selamanya bukan sekadar sebuah film, melainkan penghormatan untuk ayah saya yang telah mengabdikan hidupnya bagi Indonesia. Saya berharap generasi Z dan Milenial dapat melihat bahwa setiap perubahan besar selalu dimulai dari keberanian anak muda yang peduli, berani bersuara, dan berani mengambil tindakan. Semoga kisah Djamin Ginting mampu menginspirasi lahirnya semangat yang sama di generasi hari ini,” ujar Riahna Djamin Ginting.

Djamin Ginting sendiri dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada 2014 atas jasa dan pengabdiannya.

Topik Terkait