img_title
Foto : Instagram/maudyayunda

Saat itu, ia mengakui adanya aspek privilege yang belum cukup dibahas dalam materi mindfulness yang disampaikannya.

Maudy memahami bahwa kemampuan seseorang untuk mengambil jarak dari pemberitaan atau membatasi paparan terhadap kabar buruk tidak berada dalam kondisi yang sama.

Bagi sebagian orang, menjauh dari berita mungkin menjadi salah satu cara menjaga kondisi diri. Namun, bagi mereka yang mengalami dampak sebuah peristiwa secara langsung, pilihan tersebut tentu tidak selalu mudah dilakukan.

Sebagai figur publik, Maudy juga menyadari bahwa ruang yang dimilikinya di media sosial membawa tanggung jawab yang lebih besar.

Besarnya jumlah orang yang dapat mengakses pemikiran dan pesan yang ia sampaikan membuat setiap konten berpotensi diterima oleh masyarakat dengan latar belakang serta pengalaman yang berbeda-beda.

Karena itu, Maudy berkomitmen untuk terus mengevaluasi cara dirinya menggunakan ruang publik.

Baginya, menjadi figur publik bukan hanya mengenai kebebasan menyampaikan gagasan, tetapi juga memahami konteks ketika gagasan tersebut diterima oleh masyarakat.

Topik Terkait