img_title
Foto : Instagram/maudyayunda

IntipSelebMaudy Ayunda akhirnya menyampaikan permintaan maaf terkait konten mindfulness yang sebelumnya ia bagikan melalui YouTube. Pembahasan bertajuk Mindfulness in the Age of Bad News tersebut menuai sorotan dan kritik dari sejumlah warganet.

Aktris sekaligus penyanyi itu mengaku tidak ingin terburu-buru memberikan respons terhadap polemik yang muncul. Maudy memilih mengambil waktu untuk mendengarkan berbagai tanggapan, melakukan refleksi, serta memahami sudut pandang publik.

Melalui unggahan di Instagram pada Senin, 21 September 2026, Maudy mengakui bahwa pesan yang disampaikannya dalam konten tersebut telah menimbulkan kekecewaan hingga kemarahan.

“Aku mengambil waktu untuk mendengar, merefleksikan kembali apa yang aku sampaikan, dan memahami berbagai respons yang muncul setelahnya. Aku menyadari, apa yang aku sampaikan telah menyebabkan kekecewaan dan kemarahan. Aku minta maaf,” ujar Maudy Ayunda, dikutip dari unggahannya.

Konten Mindfulness Maudy Ayunda Tuai Kritik

ig@maudyayunda
Foto : ig@maudyayunda

Konten Mindfulness in the Age of Bad News sebelumnya diunggah Maudy Ayunda di YouTube pada 21 Agustus 2026. Dalam video tersebut, ia membahas cara menjaga ketenangan dan kesehatan mental ketika seseorang terus dihadapkan dengan berbagai kabar buruk.

Namun, pembahasan tersebut justru mendapat respons beragam. Sejumlah warganet mengkritisi perspektif yang disampaikan Maudy karena dinilai belum sepenuhnya mempertimbangkan kondisi sosial serta persoalan nasional yang sedang menjadi perhatian masyarakat.

Sebagian publik juga menilai pesan untuk mengambil jarak dari pemberitaan tidak selalu mudah diterapkan. Terlebih bagi orang-orang yang secara langsung terdampak oleh suatu peristiwa.

Perbedaan pengalaman tersebut membuat pesan mengenai mindfulness dianggap tidak dapat diterima dengan cara yang sama oleh setiap orang.

Maudy Ayunda Akui Ada Perspektif yang Terlewat

Uniqlo
Foto : Uniqlo

Menanggapi kritik tersebut, Maudy kini mengakui adanya konteks dan sudut pandang yang sebelumnya belum cukup ia pertimbangkan.

Ia menyadari bahwa latar belakang serta pengalaman hidup setiap orang berbeda. Kondisi tersebut membuat sebuah pesan dapat dimaknai secara berbeda oleh masyarakat.

“Ada perspektif dan konteks yang belum cukup aku pertimbangkan, sehingga apa yang aku sampaikan terasa jauh dari realita dan pengalaman yang sedang dihadapi banyak orang,” tuturnya.

Maudy juga menyadari bahwa dirinya masih memiliki banyak hal untuk dipelajari, terutama dalam memahami pengalaman orang lain.

Ia menilai kepekaan, empati, dan keterbukaan terhadap perspektif berbeda merupakan hal yang perlu terus diasah.

“Aku menyadari, masih perlu banyak belajar. Aku perlu lebih banyak mendengar, lebih peka, lebih berempati, dan lebih terbuka terhadap perspektif yang berbeda dari pengalamanku sendiri,” imbuhnya.

Sebelumnya Maudy Ayunda Singgung Privilege

YouTube/Curhat Bang Denny Sumargo
Foto : YouTube/Curhat Bang Denny Sumargo

Sebelum menyampaikan permintaan maaf terbarunya, Maudy Ayunda sebenarnya sudah memberikan respons mengenai kontroversi konten tersebut pada 13 September 2026.

Saat itu, ia mengakui adanya aspek privilege yang belum cukup dibahas dalam materi mindfulness yang disampaikannya.

Maudy memahami bahwa kemampuan seseorang untuk mengambil jarak dari pemberitaan atau membatasi paparan terhadap kabar buruk tidak berada dalam kondisi yang sama.

Bagi sebagian orang, menjauh dari berita mungkin menjadi salah satu cara menjaga kondisi diri. Namun, bagi mereka yang mengalami dampak sebuah peristiwa secara langsung, pilihan tersebut tentu tidak selalu mudah dilakukan.

Sebagai figur publik, Maudy juga menyadari bahwa ruang yang dimilikinya di media sosial membawa tanggung jawab yang lebih besar.

Besarnya jumlah orang yang dapat mengakses pemikiran dan pesan yang ia sampaikan membuat setiap konten berpotensi diterima oleh masyarakat dengan latar belakang serta pengalaman yang berbeda-beda.

Karena itu, Maudy berkomitmen untuk terus mengevaluasi cara dirinya menggunakan ruang publik.

Baginya, menjadi figur publik bukan hanya mengenai kebebasan menyampaikan gagasan, tetapi juga memahami konteks ketika gagasan tersebut diterima oleh masyarakat.

Di akhir pernyataannya, Maudy turut mengapresiasi publik yang telah menyampaikan kritik. Ia menyadari bahwa permintaan maaf tidak serta-merta menghapus kekecewaan yang telah muncul.

Meski demikian, kritik tersebut ia jadikan sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki cara berkomunikasi sekaligus memperluas pemahamannya terhadap perspektif orang lain.

Topik Terkait