Keponakan Guruh, Didi Mahardika, sempat memberikan informasi mengenai kondisi sang paman pada Kamis, 24 September 2026. Saat itu, Didi menyebut Guruh masih belum sadarkan diri dan berada dalam penanganan intensif tim medis di RS Siloam Semanggi.
"Saat ini kondisinya masih belum sadar dan masih dalam penanganan dan pengawasan intensif dari Tim Dokter di RS Siloam Semanggi," kata Didi Mahardika.
Keluarga saat itu belum memberikan informasi mengenai penyakit yang diderita Guruh. Didi menjelaskan bahwa terdapat permintaan dari keluarga untuk tidak mengungkap kondisi medis tersebut kepada publik.
"Sejauh ini ada permintaan dari pihak keluarga untuk tidak terlebih dahulu memberikan informasi terkait sakitnya apa, namun demikian, kondisi om Guruh sendiri saat ini sedang tidak baik," ujarnya.
Sejumlah pemberitaan sebelum wafatnya Guruh juga menyebut kondisi kesehatannya telah mengalami penurunan dalam beberapa waktu terakhir. Ia sempat menjalani perawatan di rumah sakit lain sebelum mendapatkan penanganan intensif di RS Siloam Semanggi. Namun, hingga kabar wafatnya diumumkan, pihak keluarga tidak mengungkap diagnosis penyakit yang dialami Guruh secara resmi.
Kepergian Guruh Soekarnoputra meninggalkan duka bagi keluarga serta dunia seni dan budaya Indonesia. Sosok yang dikenal sebagai seniman, budayawan, sekaligus putra Soekarno tersebut telah berkarya selama puluhan tahun di berbagai bidang seni dan kebudayaan.