IntipSeleb – Film horor eksorsisme Kuasa Gelap: Perjanjian Darah siap membawa pengalaman sinematik yang lebih besar dan mencekam. Disutradarai Rizal Mantovani, sekuel dari Kuasa Gelap ini akan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 8 Oktober 2026, termasuk dalam format IMAX XXI, 4DX CGV, dan Magnify 8 Cinepolis.
Diproduksi oleh Paragon Pictures dan Ideosource Entertainment, film ini menghadirkan ancaman baru berupa entitas kuno bernama Rephaim. Berbeda dengan film sebelumnya yang berpusat pada satu keluarga, kali ini teror meluas hingga mengancam seluruh kota dan menguji keimanan dua Romo Eksorsis, Romo Rendra (Lukman Sardi) dan Romo Thomas (Jerome Kurnia).
Rephaim, Entitas Kuno yang Menuntut Dosa Leluhur
Cerita berfokus pada Daniel (Venly Arauna), seorang pemuda yang harus menanggung konsekuensi dari keputusan orang tua dan neneknya di masa lalu. Kehadirannya menjadi awal kebangkitan Rephaim, sosok yang diyakini datang untuk menagih perjanjian darah yang telah lama disembunyikan.
Rizal Mantovani mengungkapkan bahwa membangun skala teror yang lebih luas menjadi tantangan terbesar dalam produksi film ini.
“Di film ini, ada karakter yang membawa teror sangat besar, dari sebuah entitas kuno bernama Rephaim. Terornya bukan hanya pada satu keluarga, tapi seluruh kota. Rephaim ingin disembah oleh manusia, dengan kompensasi berupa nyawa. Ini menjadi pengingat bahwa setiap perbuatan selalu ada konsekuensinya,” ujar Rizal Mantovani.
Ia juga membocorkan bahwa salah satu adegan paling emosional justru lahir secara spontan saat proses syuting.
“Pada saat syuting scene terakhir Lukman, itu scene last minute. Karena kita selalu mencari untuk jadi lebih baik. Pas kita syuting scene itu aku ngerasa semua lagi pas aja,” kata Rizal.
Masa Lalu Romo Rendra Jadi Sorotan
Setelah sukses di film pertama, karakter Romo Rendra kini mendapat porsi cerita yang lebih mendalam. Penonton akan diajak menyelami masa lalunya, termasuk pergulatan batin ketika ia mulai meragukan imannya di tengah pertarungan melawan kuasa gelap.
Lukman Sardi mengaku peran tersebut memberikan pelajaran spiritual yang kuat dalam kehidupan pribadinya.
“Dalam setiap film yang saya terlibat selalu ada yang saya pelajari. Di film ini kita belajar tentang kekuatan iman. Bagaimanapun Kuasa Tuhan adalah yang utama. Ini membuat saya lebih mengandalkan Tuhan dalam setiap kegiatan,” ungkap Lukman Sardi.
Aktor senior itu juga menyebut salah satu momen yang paling berkesan adalah ketika beradu akting dengan Lydia Kandou, yang menurutnya menjadi pengalaman emosional selama proses produksi.
Jerome Kurnia: Merasa Sudah Tahu, Ternyata Masih Harus Belajar
Sementara itu, Jerome Kurnia kembali memerankan Romo Thomas yang kali ini tak hanya menjadi pendamping Romo Rendra, tetapi juga mengalami perjalanan spiritualnya sendiri.
Menurut Jerome, film ini mengajak penonton melihat bahwa kerendahan hati menjadi bagian penting dari iman.
“Kalau kita lihat dari film ini, memang lebih banyak dari kacamata Romo Rendra, tapi karakter aku juga punya perjalanan sendiri. Kadang kita merasa sudah banyak tahu, ternyata kita masih harus banyak belajar,” tutur Jerome Kurnia.
Venly Arauna Hampir Menyerah di Hari Ketiga Syuting
Pemeran Daniel, Venly Arauna, mengungkapkan bahwa proses syuting menjadi pengalaman paling menantang sepanjang kariernya. Ia bahkan sempat ingin berhenti ketika produksi memasuki hari ketiga.
“Prosesnya sangat luar biasa. Kita membuat karya yang luar biasa. Tadi aku di mobil mikir, wah luar biasa ya bisa sampai saat ini. Aku sempat mau berhenti pada hari ketiga, tapi akhirnya bisa sampai sekarang,” kata Venly.
Perjalanan Daniel menjadi inti emosi film, sekaligus menggambarkan bagaimana seseorang harus menghadapi warisan dosa keluarga dan menemukan kembali harapan melalui iman.
Tayang dengan Standar Sinematik Internasional
Produser Robert Ronny mengatakan bahwa Kuasa Gelap: Perjanjian Darah tetap membawa tema yang dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia, yakni tentang rasa putus asa dan kehilangan harapan.
“Kami selalu ingin membuat film yang relatable. Banyak orang merasa frustrasi dan powerless hingga kehilangan imannya. Film ini mengingatkan bahwa Tuhan selalu ada untuk kita dan selalu setia menunggu kita kembali ke jalan-Nya,” ujar Robert Ronny.
Sementara itu, produser eksekutif Andi Boediman menilai kehadiran film ini di tiga format premium menjadi pencapaian penting bagi industri perfilman nasional.
“Tidak banyak film Indonesia yang bisa hadir sekaligus di IMAX, 4DX, dan Magnify 8. Ketiga format ini punya standar kualitas yang ketat. Cerita Indonesia layak mendapat panggung terbesar,” ujarnya.
Selain Lukman Sardi, Jerome Kurnia, dan Venly Arauna, film ini juga dibintangi Ferry Salim, Feby Febiola, Lydia Kandou, Sisca Saras, Keysha Angelica, Kiki Narendra, hingga Faiz Vishal.