IntipSeleb – Jourdy Pranata dan Aisyah Aqilah mendapat kejutan lewat film terbaru mereka, Tua Tua Keladi. Keduanya mengaku tidak menyangka film tersebut bisa menjadi bagian dari Jakarta World Cinema (JWC) 2026.
Awalnya, Jourdy dan Aisyah mengira Tua Tua Keladi hanya akan tayang melalui KlikFilm. Namun, mereka kemudian mengetahui bahwa film tersebut turut masuk dalam program Jakarta World Cinema tahun ini.
Kesempatan tersebut menjadi pengalaman tersendiri bagi keduanya, terlebih JWC 2026 menghadirkan ratusan film dari berbagai negara dan sejumlah karya yang mendapat penghargaan di festival film internasional.
Jourdy Pranata Tak Menyangka Tua Tua Keladi Masuk JWC
Jourdy Pranata mengaku dirinya dan tim tidak menduga Tua Tua Keladi akan masuk dalam program JWC 2026.
Ia awalnya hanya mengetahui film tersebut akan ditayangkan di KlikFilm. Karena itu, kabar mengenai keterlibatan film tersebut dalam Jakarta World Cinema menjadi sebuah kejutan.
“Awalnya kita enggak nyangka film kita masuk di JWC. Kita kira hanya tayang di KlikFilm, ternyata masuk dari part JWC,” ujar Jourdy Pranata.
Dalam Tua Tua Keladi, Jourdy berperan sebagai seorang polisi yang berusaha menyelamatkan sebuah desa yang mengalami pencemaran lingkungan.
Air di desa tersebut tercemar limbah P172. Kondisi itu kemudian membuat para warga mengalami perubahan perilaku yang aneh.
Jourdy pun harus menjalankan misi untuk menyelamatkan desa tersebut. Dalam perjuangannya, ia ditemani oleh Rosita, karakter yang diperankan Aisyah Aqilah.
“Film ini, Tua Tua Keladi, menceritakan tentang seorang polisi yang berusaha menyelamatkan desanya yang tercemar. Airnya tuh tercemar limbah P172 yang mengakibatkan warga desa di sana itu jadi bertingkah laku aneh banget,” kata Jourdy.
“Dan ditemani oleh Aisyah juga yang berperan sebagai Rosita untuk menyelamatkan desanya dari limbah tersebut,” lanjutnya.
Jourdy Pranata Harus Mengikuti Ritme Pemain Senior
Selama proses produksi, Jourdy mengaku menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya adalah waktu syuting yang cukup singkat.
Situasi tersebut semakin menantang karena ia harus bermain bersama sejumlah aktor senior yang sudah memiliki jam terbang tinggi.
Jourdy merasa perlu menyesuaikan diri dengan ritme permainan para pemain yang sudah lebih berpengalaman.
“Kesusahan pada awal shooting, kita lumayan prosesnya tuh singkat. Terus memang bermain bersama para senior ini kan otomatis kita harus mengejar ketertinggalan ritme mereka,” tutur Jourdy.
Menurutnya, para pemain senior sudah terbiasa membangun karakter dan memberikan performa tanpa membutuhkan waktu terlalu lama. Karena itu, Jourdy memilih mengikuti ritme yang sudah terbentuk selama proses syuting.
“Secara cara mereka udah jam terbang tinggi, terus secara performa mereka udah enggak butuh lama-lama gitu. Jadi kita mengikuti ritmenya,” sambungnya.
Aisyah Aqilah Ungkap Tantangan Bermain Film Komedi
Tak hanya Jourdy, Aisyah Aqilah juga merasakan tantangan tersendiri ketika menjalani proses syuting Tua Tua Keladi.
Film tersebut memiliki unsur komedi. Namun, menurut Aisyah, membawakan adegan komedi bukan berarti harus sengaja membuat penonton tertawa.
Justru, ia dituntut untuk membuat setiap adegan terasa natural sesuai dengan karakter dan situasi yang sedang dibangun.
“Bisa dibilang ada susahnya sih, karena kan walaupun dibilang komedi kita enggak bisa akting komedi gitu lho, kita enggak bisa bikin lucu,” ujar Aisyah Aqilah.
“Emang bener-bener harus natural, natural dari dalam. Tapi untungnya karena pemain-pemainnya juga yang udah senior-senior semua dan emang komedian semua,” lanjutnya.
Pengalaman tersebut membuat Aisyah harus lebih banyak menyesuaikan diri dengan pemain lain. Kehadiran para aktor senior dan komedian juga menjadi bagian dari proses belajar selama penggarapan film.
Jourdy Pranata Memang Menantikan Film Festival
Bagi Jourdy, kesempatan Tua Tua Keladi masuk JWC terasa semakin spesial karena dirinya memang memiliki ketertarikan terhadap film-film festival.
Ia mengaku sering menantikan film-film dari luar negeri yang belum tersedia di berbagai platform Indonesia. Festival film menjadi salah satu kesempatan baginya untuk menemukan karya-karya tersebut.
“Aku, specially aku ya, aku tuh bener nungguin film-film dari luar yang enggak ada di platform Indonesia tuh ada. Makanya di festival lain atau di JWC tuh aku nungguin banget,” ungkap Jourdy.
Selain film festival, Jourdy juga mengaku gemar mengikuti film yang tengah menjadi pembicaraan di media sosial, termasuk karya-karya yang berhasil meraih penghargaan besar.
“Di luar festival, ya di berbagai platform aku lumayan pecandu nonton. Yang lagi buah bibir di sosial media apa ya gitu, yang kemarin menang Oscar tuh apa aja, ya lumayan nungguin dan kepoin,” pungkasnya.
Keterlibatan Tua Tua Keladi dalam Jakarta World Cinema 2026 pun menjadi kejutan tersendiri bagi Jourdy Pranata dan Aisyah Aqilah. Terlebih, JWC tahun ini membawa beragam film dari berbagai negara ke hadapan penonton Indonesia.