img_title
Foto : Instagram/ruben_onsu

IntipSeleb – Perseteruan antara Ruben Onsu dan Sarwendah kembali menjadi sorotan. Di tengah polemik yang melibatkan kedua pihak, Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) mengingatkan pentingnya menjaga kondisi psikologis anak-anak agar tidak ikut terdampak konflik orang tua.

Ketua Umum Komnas PA, Agustinus Sirait, meminta Ruben Onsu dan Sarwendah untuk lebih memperhatikan kondisi psikis kedua putri mereka, Thalia dan Thania. Ia bahkan mengungkapkan bahwa pihaknya telah memiliki hasil asesmen yang mengindikasikan adanya tekanan psikologis pada anak-anak tersebut.

"Orang tua adalah guru pertama dan terutama bagi anak. Esensinya guru itu adalah sosok yang layak untuk patut ditiru," ujar Agustinus kepada awak media, dikutip Kamis (22/10/2026).

Ia mengingatkan bahwa konflik orang tua yang terus berlarut-larut berpotensi meninggalkan luka emosional bagi anak hingga mereka beranjak dewasa.

"Kalau ini terus terjadi, dia akan bawa luka batinnya sampai mereka dewasa, menikah," sambungnya.

Agustinus menegaskan bahwa kepentingan anak harus menjadi prioritas utama dibandingkan persoalan yang tengah dihadapi kedua orang tuanya.

"Tolong hentikan dari sekarang untuk membela salah satu pihak karena ada anak-anak yang harus kita perhatikan. Dan terbukti, kami sudah menyimpan hasil asesmen anaknya. Kami bawa tenaga ahli psikolog dan sekali lagi, kami tidak minta, kami menggratiskan biaya asesmennya," ungkapnya.

Komnas PA Bantah Berpihak kepada Sarwendah

Selain mengingatkan Ruben Onsu dan Sarwendah, Komnas PA turut memberikan tanggapan mengenai tudingan bahwa lembaga tersebut berpihak kepada Sarwendah dalam konflik yang sedang berlangsung.

Ketua Umum Komnas PA, Agustinus Sirait, mengungkapkan bahwa akun media sosial lembaganya mendapat banyak komentar bernada negatif setelah konferensi pers sebelumnya. Hal tersebut disampaikannya pada Rabu (21/10/2026).

"Semenjak press conference yang lalu akun sosmed kita banyak diserang dengan komen-komen yang sangat menyudutkan," katanya kepada awak media, dikutip Kamis (22/10/2026).

Menurut Agustinus, tudingan tersebut muncul setelah dirinya memberikan apresiasi kepada Pablo Benua, yang merupakan kuasa hukum Sarwendah. Pernyataannya itu kemudian dikaitkan dengan anggapan bahwa Komnas PA mendukung salah satu pihak.

"Direspons sama RO sendiri bahwa kami dianggap berpihak dengan memperlihatkan video saya memuji Pablo," ungkapnya.

Agustinus menilai anggapan tersebut tidak tepat. Ia menjelaskan bahwa Komnas PA mengapresiasi siapa pun yang menyampaikan pandangan mengenai pentingnya menjaga hubungan anak dengan orang tuanya.

"Kayaknya terlalu dangkal penilaiannya hanya dengan melihat video statement saya. Siapapun yang punya statement anak tidak boleh dipisahkan dari orang tuanya, pasti kami apresiasi," beber Agustinus.

Ia pun meminta masyarakat untuk tidak menggiring opini yang dapat mengaburkan fokus utama perlindungan anak. Menurutnya, anak-anak tidak seharusnya menjadi korban komentar negatif maupun perseteruan yang melibatkan orang dewasa.

"Tolong hentikan dari sekarang, karena apa? Ada anak-anak yang menjadi korban atas ketikan tanganmu, atas ketikan jarimu," tegasnya.

"Kami tidak pernah berada di sisi orang dewasa. Namanya perlindungan anak, ya khusus anak. Fokus kami hanya pada perlindungan anak," tutupnya.

Diketahui, Sarwendah sebelumnya telah membawa persoalan hak asuh anaknya dengan Ruben Onsu ke Komnas PA. Lembaga tersebut menyatakan ingin menjadi penengah dengan menempatkan kepentingan dan kesejahteraan anak sebagai prioritas.

Kuasa Hukum Sarwendah Buka Opsi Penyelesaian Cicilan Rumah

Di tengah persoalan keluarga tersebut, pihak Sarwendah juga memberikan penjelasan mengenai usulan penyelesaian cicilan pinjaman bank untuk rumah mewah di kawasan Cipete, Jakarta Selatan.

Kuasa hukum Sarwendah, Jaenudin, membantah anggapan bahwa pihaknya menjadikan vila milik Ruben Onsu sebagai alat pembayaran utang. Ia menyebut informasi yang beredar perlu diluruskan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

"Perlu saya luruskan, bahwa itu tafsir dan statement yang keliru ya. Statement yang tidak benar, statement yang sifatnya hanya penggiringan opini di publik dan sangat tidak berdasar," kata Jaenudin kepada awak media, dikutip Rabu (21/10/2026).

Jaenudin menjelaskan bahwa dalam proses mediasi, pihaknya telah menyampaikan dua opsi penyelesaian sebagai bagian dari usulan perdamaian yang diminta oleh hakim mediator.

Opsi pertama, Ruben Onsu tetap melanjutkan pembayaran cicilan kepada BCA hingga kewajibannya selesai. Menurut Jaenudin, penyelesaian tersebut dapat menjadi jalan untuk mengakhiri persoalan yang sedang bergulir, termasuk kemungkinan pencabutan perkara sesuai kesepakatan para pihak dan prosedur yang berlaku.

"Kalau pihak Ruben masih mau membayarkan dan mau menyelesaikan kewajibannya di BCA, artinya proses atau permasalahan selesai ya dan bisa saja persidangan dicabut," jelasnya.

Sementara itu, opsi kedua ditawarkan apabila Ruben tidak sanggup atau tidak ingin lagi melanjutkan pembayaran cicilan tersebut. Dalam kondisi itu, pihak Sarwendah mengusulkan agar kliennya mengambil alih penyelesaian kewajiban kepada bank dengan kompensasi berupa penyerahan aset vila secara sukarela dari Ruben.

"Dengan catatan, Ruben Onsu secara sukarela menyerahkan aset villa tersebut sebagai bentuk kompensasi. Jadi bukan alat pembayaran. Bank juga tidak mau terima. Itu gak mungkin jadi alat pembayaran. Lagi pula nilainya juga itu di bawah 5 M," kata Jaenudin.

Pernyataan tersebut merupakan penjelasan dari pihak Sarwendah mengenai opsi yang diajukan dalam mediasi. Adapun realisasi penyelesaian kewajiban maupun status aset terkait bergantung pada kesepakatan para pihak dan proses hukum yang berjalan.

Pesan Haru Ruben Onsu untuk Thalia dan Thania

Di tengah polemik yang belum mereda, Ruben Onsu menyampaikan pesan menyentuh untuk kedua putrinya yang saat ini tinggal bersama Sarwendah.

Ruben berharap Thalia dan Thania tumbuh menjadi anak-anak yang baik, sehat, serta mampu membawa kebahagiaan bagi orang-orang di sekitarnya. Ia juga menegaskan bahwa rasa sayangnya kepada kedua putrinya tidak akan berkurang meskipun mereka belum bisa sering bertemu.

"Tetap menjadi anak-anak yang baik, anak-anak yang membanggakan, sehat dan terus bisa jadi berkat buat orang banyak," kata Ruben Onsu, dikutip Rabu (21/10/2026).

Ia kemudian menyampaikan harapannya agar suatu saat nanti dapat kembali bertemu dan menghabiskan waktu bersama kedua putrinya.

"Untuk Cici Thalia dan Thania, tetep jadi anak-anak yang hebat. Insya Allah nanti ada waktunya kita bertemu. Pokoknya tidak akan berkurang rasa sayang ayah ke kalian. Ayah selalu ada untuk kalian, jadi pendengar dan selalu menjaga kalian. Ini adalah perjalanan cinta ayah dan kalian semua. Mudah-mudahan Allah bisa bertemukan kita dengan segera," sambungnya.

Ruben juga mengungkapkan bahwa dirinya masih berusaha memperjuangkan hak untuk bertemu dengan Thalia dan Thania. Ia berharap konflik yang terjadi saat ini dapat segera berakhir sehingga tidak ada lagi keributan yang berlarut-larut.

"Ayah sedang berjuang untuk kalian. Semua orang tahu kalian adalah anak kandung ayah. Setelah badai ini lewat akan ada pelangi yang bagus, kita jalani bersama, tidak akan ada keributan lagi," ucap Ruben.

Saat ini, Ruben diketahui tinggal bersama kedua anak angkatnya, Betrand Putra Onsu dan Thayaka Putra Onsu. Meski demikian, ia tetap menyimpan harapan untuk dapat bertemu kembali dengan Thalia dan Thania.

Ruben mengaku situasi yang dihadapinya turut mengubah cara pandangnya terhadap masa depan. Ia memilih menjalani kehidupan dengan berusaha melakukan hal terbaik tanpa mengetahui secara pasti bagaimana keadaan akan berkembang.

"Tadinya saya punya mimpi, tapi dengan semua situasi yang terjadi sekarang ini saya gak terlalu banyak punya mimpi."

"Saya cuma jalani di sisa usia saya ini. Saya pengen melakukan yang terbaik aja. Jadi bagaimana Allah atur saya ketemu sama anak atau nggak, ya saya nggak tahu, Allahu alam," lanjutnya.

Topik Terkait