img_title
Foto : YouTube/ Falcon

Mereka membantu memperbaiki pelafalan bahasa Arab yang diucapkan Vino agar terdengar lebih tepat. Bahkan, beberapa mahasiswa tersebut turut terlibat sebagai pemeran pendukung yang berperan sebagai teman-teman Hamka.

"Untungnya saat syuting set Makkah di Mesir, kami dibantu oleh mahasiswa-mahasiswa Indonesia yang kuliah di Universitas Al-Azhar, Kairo. Karena kebetulan sedang masa libur, mereka setiap hari mendampingi pelafalan bahasa Arab saya, bahkan beberapa di antaranya ikut menjadi pemeran pendukung teman-teman Hamka. Koreksi langsung di lokasi syuting itu sangat membantu," ungkapnya.

Pendampingan tersebut menjadi bagian penting dalam proses Vino membangun karakter Buya Hamka. Koreksi secara langsung memungkinkan dirinya memperbaiki pengucapan selama berada di lokasi syuting.

Vino G. Bastian Berusaha Hadirkan Sosok Buya Hamka dengan Lebih Mendalam

Memerankan sosok Buya Hamka tentu menjadi tantangan tersendiri bagi Vino G. Bastian. Tokoh yang dikenal sebagai ulama, sastrawan, sekaligus figur penting dalam sejarah Indonesia itu memiliki perjalanan hidup yang sarat dengan perjuangan dan nilai keteladanan.

Melalui Hamka: Awal Mula (Vol. 3), penonton diajak melihat sisi manusiawi Hamka, termasuk proses pencarian jati diri, persoalan keluarga, serta perjuangannya menemukan arah kehidupan.

Karena itu, pendalaman karakter tidak hanya berkaitan dengan penampilan fisik atau cara berbicara, tetapi juga membutuhkan pemahaman terhadap latar belakang dan perjalanan hidup tokoh yang diperankan.

Topik Terkait