“Biasa aja juga (Ruben akan produseri Betrand), dan habis itu ngurusin Thania lahiran kan, biasa aja ngga ada gimana-gimana, aku masih di Singapura sebulanan lebih. Bensu suruh kaka panggil aku bunda aja, ‘oh wow’ bingung juga sih, pada saat pertama kali Bensu bilang mau jadiin anak angkat gitu ‘oke yaudah terserah kamu’ aku sih orangnya ngurusin anak okelah ya, aku cuma bilang ‘yang aku ngga pernah ngurusin anak cowo’,” ungkap Sarwendah
Sarwendah merasa kebingungan saat Ruben mengatakan ingin menjadikan Betrand sebagai anak angkatnya. Namun, Sarwendah berusaha mengerti suaminya karena Ruben bicara seperti itu pasti dipikirkan sangat matang. Yang menjadi kebingungan Sarwendah adalah Betrand laki-laki, dan sudah remaja.
“Petama dia nginep dulu, dia belum bilang mau angkat. Pas udah nginep ‘kayanya aku mau angkat kaka deh jadi anak kita’ ‘ohyaudah’ kayanya dia udah pasti mikirin mateng-mateng. Karena ternyata proses pengurusannya itu panjang dan lumayan menguras pikiran, waktu, tenaga, perjuangannya sangat panjang. Yang aku bilang ‘yang aku rada bingung karena aku perempuan terus ini anak udah gede loh ya’,” lanjut Sarwendah.
Cara Sarwendah perlakukan Betrand
Sumber: Instagram/@sarwendah29
Lebih lanjut, Melaney penasaran bagaimana Sarwendah memperlakukan Betrand seperti anaknya sendiri. Wanita 30 tahun ini mengatakan bahwa dirinya sempat kebingungan karena berbeda jenis kelamin dengan Kaka.
“Awal-awal bingung karena dia cowo, remaja, rada bingung harus treat dia gimana ya kalo masalah baju, apa-apa materi kita bisa, perlakuan beda. Aku sama Thalia itu peluk cium, kalau dia anak gue beneran pasti gue akan perlakuin dia kaya gitu. Jadi aku perlakuin dia sama,” kata Sarwendah.