img_title
Foto : Resepedia/resepedia.id

IntipSeleb – Daerah Papua adalah area yang terletak di bagian paling timur dari Indonesia. Ada banyak keindahan alam, budaya dan adat istiadat menarik yang bisa dipelajari dan dinikmati dari Papua. Salah satunya adalah keberadaan beraneka ragam makanan khas yang ada di provinsi paling timur Indonesia ini.

Mengutip situs resmi Pemerintah Provinsi Papua, di daerah Papua sendiri terdapat banyak suku asli yang telah mendiami daerah tersebut sejak lama. Terdapat kurang lebih 255 suku asli yang masing-masing dari mereka memiliki bahasa, budaya, dan makanan khas yang berbeda.

Nah, dengan adanya ratusan suku asli di provinsi Papua, secara otomatis membuat ada banyak sekali makanan tradisional yang bisa ditemukan. Selama ini kebanyakan masyarakat awam mungkin mengenal makanan khas Papua adalah Papeda.

Akan tetapi, sebenarnya ada banyak sekali makanan tradisional asli Papua yang lezat dan sangat menarik untuk dicoba. Tak hanya makanan-makanan yang terbuat dari bahan baku berupa sagu, di Papua juga bisa ditemukan beragam kuliner yang merupakan hasil laut seperti ikan, udang, dan sebagainya.

Selain itu, ada pula makanan ataupun minuman yang manis dan menyegarkan seperti beraneka macam kue dan es buah yang kaya akan gizi bermanfaat bagi tubuh.

Kira-kira apa saja makanan khas Papua yang menarik untuk dicoba? Ini dia 8 daftar makanan tradisional Papua yang bisa menjadi rekomendasi.

1. Papeda

Pecinta kuliner khas Indonesia pasti pernah mendengar tentang Papeda. Makanan yang satu ini tak hanya khas Papua, namun juga bisa ditemukan di beberapa daerah Indonesia Timur lainnya seperti Maluku dan Sulawesi.

Papeda sendiri terbuat dari bahan baku utama berupa sagu. Karena itulah makanan ini dapat dijadikan pengganti nasi karena sama-sama mengandung karbohidrat. Papeda umumnya disajikan dengan menggunakan daun pisang sebagai pembungkusnya, dan biasanya disajikan bersama dengan daging, ikan, sayuran, dan pelengkap lainnya.

2. Udang Selingkuh

Nama makanan khas Papua ini unik sekali, ya? Udang Selingkuh adalah makanan yang berasal dari olahan udang segar yang berasal dari air tawar. Makanan ini memiliki cara penyajian yang beraneka ragam.

Penyebab mengapa dinamakan Udang Selingkuh adalah karena udang ini memiliki capit yang mirip dengan kepiting. Masyarakat setempat menganggap udang itu berselingkuh dengan kepiting sehingga menghasilkan bentuk capit yang mirip.

Udang Selingkuh biasanya disajikan bersama dengan saus tiram, saus mentega, sambal asam, hingga saus padang. Meski memiliki tampilan yang agak berbeda dari udang biasanya, namun Udang Selingkuh memiliki rasa yang cukup mirip dengan udang pada umumnya. Teksturnya dagingnya lembut dan rasanya pun manis bercampur gurih.

3. Ikan Bakar Manokwari

Ikan Bakar Manokwari berasal dari daerah Papua Barat. Ikan bakar jenis ini memiliki rasa yang khas dan berbeda dengan ikan bakar yang berasal dari daerah lainnya di Indonesia.

Ikan Bakar Manokwari dibuat dengan cara membakar ikan yang akan dimasak, kemudian dilumuri dengan jeruk nipis agar bau amis dapat dihilangkan. Jenis ikan yang digunakan biasanya adalah ikan tongkol.

Setelah selesai dibakar, ikan disajikan bersama dengan bumbu yang terbuat dari rempah yang digiling kasar dan juga bersama sambal mentah. Meski menggunakan sambal mentah, namun kenikmatannya tak perlu diragukan lagi.

4. Ikan Bakar Colo

Olahan yang satu ini merupakan makanan khas dari daerah Timika, Papua. Tepatnya, Ikan Bakar Colo adalah makanan tradisional yang berasal dari suku Kamaro. Suku ini memang tinggal di pesisir pantai, sehingga kebanyakan makanan mereka berasal dari berbagai hasil laut.

Seperti namanya, ikan bakar ini dinikmati dan disajikan bersama dengan sambal colo. Sambal colo sendiri terbuat dari campuran cabai rawit, bawang merah, tomat, dan jeruk nipis. Rasa sambalnya pun terkenal tak hanya pedas, namun juga menyegarkan.

Dalam membuat Ikan Bakar Colo, jenis ikan yang dapat digunakan cukup beragam. Masyarakat Papua biasanya menggunakan ikan tongkol, kue, maupun bawal. Menu yang satu ini pun cukup banyak ditemukan di berbagai rumah makan di Papua.

5. Ulat Sagu

Selain makanan yang berbahan dasar sagu dan ikan, Papua juga terkenal dengan makanan yang dapat dikatakan ekstrim. Nah, salah satunya adalah ulat sagu. Kuliner ekstrim seperti ini mungkin jarang ditemukan di daerah lain, namun di Papua memakan ulat sagu adalah hal yang biasa.

Jenis ulat yang biasanya disantap adalah ulat yang berasal dari pohon sagu yang sudah tumbang karena berusia sangat tua. Karena di pohon yang seperti itulah ulat sagu banyak ditemukan berkembang biak. Biasanya harus membuka bagian dalam batang pohon terlebih dahulu untuk menemukan ulat sagu.

Meski merupakan makanan ekstrim yang mungkin sebagian besar orang tak tertarik mencoba, namun ulat sagu tetap menjadi salah satu daya tarik yang membuat sebagian kalangan merasa tertantang untuk mencobanya.

6. Es Matoa

Tak hanya makanan khas, Papua juga memiliki minuman khas yang dapat menyegarkan dan menghilangkan dahaga. Minuman tersebut adalah Es Matoa.

Es Matoa adalah minuman asal daerah Papua yang terbuat dari kombinasi buah Matoa dengan bahan-bahan seperti agar-agar, biji selasih, cincau hitam maupun kolang kaling. Bahan-bahan tersebut kemudian dipadukan dengan campuran rempah-rempah pilihan khas masyarakat Papua.

Di bagian atas Es Matoa, biasanya disematkan daun jeruk limau atau daun pandan sebagai hiasannya. Dengan berbagai campuran tersebut, Es Moatoa tak hanya menyegarkan saat diminum, namun juga akan memberikan banyak manfaat untuk kesehatan tubuh.

7. Kue Lontar

Mungkin tak banyak yang pernah mendengar nama makanan kue lontar. Namun jika melihat tampilan kue lontar, kebanyakan orang pasti pernah melihat jenis kue seperti ini. Hal ini dikarenakan kue lontar sebenarnya adalah kue pie susu yang khas Papua.

Secara penampilan, kue ini sangat mirip dengan kue pie susu pada umumnya. Bentuknya bulat dengan dan memiliki bagian pinggir yang keras. Tekstur dari kue ini juga lembut, dan rasa yang dihasilkan pun manis. Bahan pembuatnya pun sama seperti kue pie susu lainnya, yaitu menggunakan tepung terigu, margarin, susu, telur dan vanili.

Bagian yang membedakan kue lontar dengan kue pie susu adalah dari segi ukurannya. Kue lontar memiliki ukuran yang besar, sedangkan kue pie susu hadir dengan ukuran yang mungil.

8. Aunu Senebre

Nama makanan yang satu ini mungkin masih asing di telinga masyarakat awam. Selain tidak terlalu populer seperti Papeda, nama yang dimiliki makanan ini juga cukup sulit untuk diucapkan, ya?

Meski begitu, aunu senebre memiliki cita rasa yang unik. Kuliner yang satu ini terbuat dari bahan dasar berupa ikan teri dan nasi. Makanan ini biasanya disajikan bersama dengan daun serta batang talas, papeda, dan makanan lainnya yang berasal dari jenis umbi-umbian.

Adanya ikan teri yang menjadi bahan dasar makanan ini, menjadikan aunu senebre memiliki rasa percampuran asin dan gurih. (jra)

Topik Terkait