IntipSeleb – Seorang pendakwah Islam, Gus Baha, pernah menceritakan pengalamannya berkunjung ke Yerusalem. Di sana ia memiliki pengalaman unik tersendiri yang jarang ia dapatkan.
Selain itu, ia juga mengungkapkan keunikan tiga agama samawi yakni Yahudi, Nasrani, dan Islam. Penasaran? Simak ulasan selengkapnya di bawah ini.
Pembahasan Mengenai Anak Nabi Ibrahim yang Disembelih, Antara Nabi Ishaq dan Nabi Ismail
Gus Baha menjelaskan bahwa kitab suci yang diimani oleh Islam berjumlah empat yakni Taurat, Zabur, Injil, dan al-Qur’an. Tapi yang mempunyai cerita samawi hanya tiga kitab saja yakni Taurat, Injil, dan al-Qur’an. Adapun Zabut, kitab tersebut hanya terdapat mauidzah saja.
“Zabut itu ndak. Zabut itu hanya mauidzah-mauidzah. Jadi tidak ada keterangan itu. Kemudian banyak ulama yang meyakini itu Ishaq. Tapi kita ikut partai Ismail. Kenapa kita ikut Ismail? Yaudah karena Ismail, yaudah karena Ismail. Tapi rada panjang,” jelas Gus Baha dilansir IntipSeleb di YouTube KURIR ILMU pada Kamis, 2 Juni 2022.
“Di kitab-kitab Taurat dan Injil itu memang keterangannya Ishaq yang berstatus disembelih. Tapi kita sudah kadung Ismail,” lanjut Gus Baha menjelaskan.
Mengenai anak Nabi Ibrahim yang disembelih, Gus Baha menjelaskan terdapat dua pendapat. Satu pendapat mengatakan Nabi Ishaq. Satu lagi mengatakan Nabi Ismail. Namun, di Indonesia lebih masyhur pendapat Nabi Ismail.
“Yang disembelih itu kan antara Ismail atau Ishaq. Di Indonesia kan enggak kebayang ada khilaf Ishaq, hampir semuanya bilang apa (Ismail). Padahal ini jelas Ismail atau Ishaq. Itu ada dua pendapat,” ucap Gus Baha.
“Jadi pendapat yang mengatakan yang disembelih Ishaq itu lebih kuat di Arab Saudi, di Indonesia ndak. Jadi Kyai Indonesia punya tradisi sendiri,” kata Gus Baha lanjut menjelaskan.
Pengalaman Gus Baha Pergi ke Yerusalem
Gus Baha menjelaskan bahwa ada tiga nabi yang sama-sama dihormati oleh tiga agama, Islam, Kristen, dan Yahudi. Ketiga nabi tersebut adalah Nabi Ibrahim, Nabi Ismail, dan Nabi Ishaq.
“Jadi Nabi sing bejo ya nabi telu iku mawon. Ishaq di Kristen dihormati sampai banyak namanya Ishaq Ishaq Ishaq. Isaac Newton kan dari kata apa? Ismail juga sama, Ibrahim juga sama,” ungkap Gus Baha.
Gus Baha bercerita bahwa dulu dirinya sempat pergi ke Yerusalem. Ia mengatakan bahwa makam Nabi Ibrahim terletak dekat dengan Sinagog. Sedangkan Nabi Daud, makamnya terletak di Sinagog.
“Tapi setelah saya pernah ke Yerusalem pernah di Betlehem itu, di Hebron yak. Ternyata Ibrahim itu makamnya itu dekat Sinagog,” ujar Gus Baha.
“Jadi, Daud, King David itu total (makamnya) di Sinagog,” jelas Gus Baha
Keunikan Tiga Agama Samawi, Yahudi, Kristen, dan Islam
Gus Baha menerangkan bahwa pada tataran sosial, agama adalah persoalan klaim. Sedangkan pada tataran kebenaran, agama itu masalah hak dan batil.
“Agama itu mulai dulu masalah klaim di sosialnya, pada level kebenaran tentu agama itu hak dan batil, tapi pada level sosial itu klaim,” tutur Gus Baha.
“Klaim bahwa Ibrahim itu kita kata orang Islam. Kata orang Yahudi Ibrahim itu kita. Kata Nasrani Ibrahim itu kita,” kata Gus Baha lanjut menerangkan.
Lantaran hal ini, menurut Gus Baha, Yerusalem, Hebron, Bethlehem diputuskan sebagai kota bersama. Ketiga kota itu juga dianggap sebagai kota internasional.
“Sebab perdebatan itu, ketika diputuskan Yerusalem, Hebron, Bethlehem, itu dianggap kota internasional, kota bersama,” ujar Gus Baha.
Ketika Gus Baha ingin shalat di masjid Ibrahim, ia harus melewati Sinagog. Gus Baha menemukan sebuah keunikan di sana. Ketiga agama, yakni Yahudi, Kristen, dan islam, memiliki tempat sakral yang sama.
“Jadi saya pernah shalat di masjid Ibrahim itu harus melewati Sinagog,” kata Gus Baha.
“Tembok yang satu yang sebelah ini dipake tembok ratapan, tembok yang sama yang satu dipake masjid. Itu satu tembok bukan dua tembok. Makanya tiga agama ini unik, musuhan tapi titik keramat itu menuju yang sama,” pungkas Gus Baha. (nes)