IntipSeleb – Musibah yang menimpa keluarga Ridwan Kamil dengan hilangnya Eril hingga dinyatakan meninggal usai hanyut di Sungai Aare, beredar luas soal video Ridwan Kamil yang menjelaskan arti keluarga bagi dirinya. Di hadapan seorang pendeta, gubernur Jawa Barat tersebut mengungkapkan jika keluarga bagi Ridwan Kamil adalah sebuah baterai.
Kesedihan yang menimpa Ridwan Kamil dan Atalia Praratya, harus menelan pil pahit lantaran sang putra tercinta Eril tak kunjung ketemu hingga saat ini. Lantas seperti apa pengakuan Ridwan Kamil di hadapan pendeta membahas soal arti keluarga? Simak artikel selengkapnya berikut ini.
Arti Keluarga Bagi Ridwan Kamil
Usai dinyatakan meninggal dunia, kepergian Emmeril Kahn Mumtadz begitu membekas di hati Ridwan Kamil dan Atalia Praratya. Setelah usaha mereka dalam sepekan mencari dan menyusuri sungai Aare, Swiss, pria yang kerap disapa kang Emil tersebut memutuskan untuk pulang ke Tanah Air dengan membawa berita buruk.
Tak kunjung dipertemukan dengan Eril, kang Emil dengan berat hati, menyatakan jika putra tercintanya tersebut telah meninggal dunia. Kepulangannya ke Tanah Air, disambut lautan doa oleh masyarakat Jawa Barat dan lainnya yang turut mendoakan kepergian Eril.
Bertepatan dengan hal itu, video Ridwan Kamil saat mengungkapkan arti keluarga di hadapan pendeta Gilbert Lumoindong kembali beredar. Menurut kang Emil, arti keluarga bagi dirinya diibaratkan sebagai sebuah baterai.
Peran penting keluarga terutama anak dan istri, adalah suatu hal yang penting dan dianggap menjadi support system' paling utama.
"Keluarga saya itu seperti baterai, kalo hp kita lowbat, saya nge-charge kemana?" ujar Ridwan Kamil di podcast Gilbert Lumoindong, dilansir IntipSeleb Minggu, 5 Juni 2022.
"Nah keluarga itu adalah pengisi energi saya, kalo saya udah cape ketemu anak saya ketemu istri saya ketemu bayi saya, itu kan hidup itu jadi merasa gak sia-sia ya," sambung Ridwan Kamil.
"Jadi melihat anak saya membuat saya semangat, membawa perubahan karena dia akan hidup didunia yang saya bangun oleh kekuasaan saya,"imbuh Ridwan Kamil.
Ingin Jadi Gubernur Apa Adanya
Ingin menjadi seorang pemimpin yang apa adanya, Ridwan Kamil memilih untuk tetap setia dan harmonis dengan istri dan keluarganya. Kita menyukai hal-hal yang berbau perpisahan, Ridwan Kamil menyayangkan dengan adanya per-selingkuhan dan perceraian.
"Saya ditemani istri saya itu 25 tahun, untuk ukuran pernikahankan silver age ya, karena saya sedih dikit-dikit cerai," ujar Ridwan Kamil.
"yang dipertontonkan selalu sisi buruk selingkuh, pelakor, tapi inspirasi tentang kemuliaan berkeluarga saling menyayangi itu gak pernah dipertontonkan, makanya saya ingin menampilkan seorang gubernur yang apa adanya," tutup Ridwan Kamil.