X

IntipSeleb – Umi Pipik mengaku sangat baper saat diingatkan kematian oleh salah satu sahabatnya. Istri mendiang ustaz Jefri Al Buchori itu merasa masih banyak dosa dan sedikit amalannya untuk dijadikan bekal.

Meski begitu, Umi Pipik mengungkapkan kalau dirinya sudah mempersiapkan kain kafan dan telah meng-amanahkan kain pembungkus jenazah tersebut kepada keluarganya. Seperti apa pengakuannya? Simak artikel berikut.

Baper dikirim foto kain kafan

Umi Pipik

Ummi Pipik mecurahkan isi hatinya lewat postingan Instagram, setelah sahabatnya yang juga mantan istri Caesar, Indadari mengiriminya foto seseorang dengan terbungkus kain kafan. Ibu empat orang anak ini mengungkapkan kalau dirinya baper karena foto kain kafan tersebut.

Dia merasa masih sedikit amalan dan masih banyaknya dosa untuk dijadikannya bekal ke akhirat. Meski begitu, Ummi Pipik mengaku sudah mempersiapkan kain kafannya sendiri agar tidak merepotkan orang lain nantinya.

"Bismillah OOTD hari ini ...jleb banget sih dikirimin foto ini sm sahabat shaliha @indadari.. Hayoo kalian @zulaikha_masri @soyou97_ @wulanmega_saputri @olgawita @fitrimuis9 @mulanjameela1 @josiemutiara30 @ikayuliharahap dah punya belum? Aku sih udah .. amanahi ke keluarga kita, dimana kita simpan kain kaffan kita supaya pas kita mati gak ngerepotin org harus nyari2 dulu," tulis Ummi Pipik di keterangan fotonya.

"Jangan BAPER ya gaes, tp aku sih baper banget dikirimin foto ini beneran. Baper boleh sih untuk urusan kematian, karena dosa sy yg banyak dan amal yg msh sedikit, ini sih nasehat buat diri saya sendiri. Kematian bukan untuk di takuti, krn kematian itu pasti datangnya, gak nunggu kita blm siap," lanjutnya.

Ingatkan untuk taat dan perbanyak amal

Umi Pipik

Pemilik nama asli Pipik Dian Irawati ini lantas mengingatkan untuk memperbanyak amal. Karena menurutnya, orang beriman percaya kalau ada kehidupan setelah kematian. Oleh sebab itu, Ummi Pipik pun meminta memperbanyak amalan.

"Yg harusnya ditakutkan apakah amal kita sdh cukup untuk menjalani perjalanan panjang setelah kematian, butuh bekal, bukan hanya bekal, tapi kendaraan yg bagus, kendaraan nya adalah diri kita, tubuh kita yg hanya kita pakai dalam ketaatan. orang beriman akan percaya adanya hidup setelah kematian dan mengingat kematian adalah sebaik baik iman," tandas Ummi Pipik.