img_title
Foto : Freepik/ArthurHidden

IntipSeleb Gaya Hidup – Penerbangan ke luar angkasa menjadi sebuah penelitian yang masih banyak dilakukan di dalam peradaban manusia. Namun ternyata penerbangan ke luar angkasa membuat manusia sulit melakukan hal biologis seperti bercinta.

Ternyata berdasarkan sebuah penelitian, bahwa mikrografitasi di luar angkasa akan menyulitkan aktifitas bercinta dengan pasangan. Tak hanya itu, bercinta di luar angkasa juga sangat tidak nyaman. Penasaran? Simak artikel di bawah ini.

Sulit Bercinta di Luar Angkasa

Pinterest
Foto : Pinterest

Sebuah penelitian di luar negeri menyatakan bahwa bercinta di luar angkasa sangat sulit dilakukan oleh manusia. Topik dewasa ini menjadi perbincangan serius banyak orang lantaran menjadi sebuah kebutuhan biologis yang sangan penting untuk manusia.

Bercinta di luar angkasa juga disebut sangat tidak nyaman, tak senyaman seperti melakukan hal menarik di bumi. Salah satunya adalah orang atau astronaot akan sulit melakukan ritme sirkadian atau yang dikenal dengan jam internal, yang mengatur proses penting dan fungsi tubuh.

Ritme sirkadian yang terganggu oleh proses penerbangan pesawat antariksa akan memberikan dam[ak fisik dan mental yang kurang baik bagi para astronaot. Selain itu, ritme sirkadian juga dapat berdampak bagi kesehatan seksual astronaot.

Hilang Keinginan Seksual

Freepik.com
Foto : Freepik.com

Ternyata bukan hanya ritme sirkadian yang sulit tercipta saat melakukan penerbangan ke luar angkasa. Saat perjalanan ke luar angkasa juga ada paparan radiasi yang melebihi batas normal.

Paparan radiasi yang melebihi batas normal inilah yang membuat para astronaut pria kehilangan kadar hormon testosterone dalam tubuh. Kehilangan hormon ini juga berdampak buruk para rasa ingin melakukan hubungan intim dengan lawan jenis.

Mengutip dari Five Thirthy Eight, partikel subatom dan paparan radiasi yang bergerak cepat juga dapat menghantam DNA manusia sehingga menyebabkan kerusakan. Kerusakan yang ditinggalkan akibat paparan radiasi, dapat mengubah instruksi genetik yang mengarah ke kanker atau mutasi genetic.

Kanker atau mutase genetik yang berubah ini yang bisa diturunkan ke anak-anak. Sehingga hamil setelah bercinta di luar angkasa cukup berisiko.

Beda halnya dengan bercinta di bumi yang dilindungi dengan lebih dari 99 persen radiasi oleh atmosfer dan medan magnet planet kita. Medan magnet yang ada di bumi memberikan beberapa perlindungan di orbit bumi.

Cairan Melayang

freepik.com
Foto : freepik.com

Tak hanya sulit, namun akan terjadi hal aneh jika Anda bercinta di luar angkasa. Sebab lingkungan bebas grafitasi juga menyebabkan semua cairan seperti keringat, kelembaban vagina dan air mani menumpuk dan melayang di sekitar kabin pesawat luar angkasa. Hal ini pasti membuat Anda tambah tidak nyaman.

Dilansir dari Odyssey magazine, NASA, atau Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat menegaskan, tidak ada manusia yang pernah berhubungan seks di luar angkasa. Bahlan astronaut Amerika Serikat juga menghindari subjek tersebut.

Penelitian tentang reproduksi di luar angkasa berjalan lambat dan kekurangan dana. Penelitian yang dimulai 50 tahun lalu ini juga menemukan setidaknya lima spesies mulai dari amuba hingga tikus yang telah melalui percobaan reproduksi sata di orbit. Tapi manusia belum pernah mencobanya.(prl).

Topik Terkait