img_title
Foto : YouTube/ Sekretariat Presiden

IntipSeleb LokalPresiden RI Joko Widodo menjadi inspektur upacara di hari lahir Pancasila di Monas, Jakarta Pusat. Dalam upacara itu, Jokowi menggunakan pakaian adat Kesultanan Deli.

Seperti apa pesan yang disampaikan Presiden Jokowi saat upacara itu? Berikut artikelnya.

Pesan Presiden

YouTube/ Sekretariat Presiden
Foto : YouTube/ Sekretariat Presiden

Presiden Jokowi hadir bersama dengan Ibu Negara Iriana pada upacara hari lahir Pancasila. Dalam pidatonya, Jokowi menyinggung beberapa hal diantaranya tentang pembangunan dan tolak politisasi identitas.

"Keadilan, kemerataan dan kesejahteraan adalah hal yang ingin kita majukan," kata Jokowi dilansir dari VIVA Kamis, 1 Juni 2023.

Lebih lanjut, Jokowi menyampaikan sebagai sebuah negara yang besar, Indonesia siap memimpin, bekerjasama, dan berkolaborasi dengan negara mana pun. Selain itu, Indonesia juga siap jadi menjembatani perbedaan-perbedaan yang ada di dunia.

"Ini lah Indonesia. Indonesia adalah Indonesia yang tidak dapat didikte oleh siapa pun, yang tidak dapat didikte negara mana pun, Namun siap selalu berkontribusi bagi dunia," ujarnya.

Ideologi Pancasila

YouTube/ Sekretariat Presiden
Foto : YouTube/ Sekretariat Presiden

Salah satu hal yang membuat Indonesia diterima dan diakui dunia adalah Ideologi Pancasila. Salah satu contohnya adalah keberhasilan dari G20 yang digelar oleh Indonesia.

Dia mengajak semua elemen bangsa untuk bisa menyambut Pemilu 2024. Dia bilang toleransi dan persatuan adalah kunci membangun bangsa yang kokoh.

"Oleh sebab itu saya mengajak kita semuanya untuk menolak ekstremisme, menolak politisisasi identitas, menolak politisasi agama," ujarnya.

Menurutnya, Pemilu 2024 harus didukung dengan baik terutama harus merujuk kepada nilai-nilai Pancasila.

"Mari kita menyambut pesta Pemilu 2024, dengan kedewaaan dengan sukacita dengan memegang teguh nilai-nilai Pancasila," jelas Jokowi.

Dalam peringatan hari lahir Pancasila, sejumlah tokoh yang hadir yakni Presiden ke-5 RI Megawati Soekarno Putri, Ketua DPR RI Puan Maharani, hingga jajaran Menteri Kabinet Indonesia Maju.

Topik Terkait