img_title
Foto : IST

“Saat syuting itu biasanya kita evaluasi akting, nah sekarang jadi memperhatikan kepala. Karena lampu terang kan, biasanya ada ‘jendela-jendela’-nya. Itu makin nggak pede (percaya diri), dan di situ rambutnya kelihatan botak-botak, makin menipis dan itu semakin bahaya kalau didiamin,” terang Shandy Sjariff di hadapan warga yang menyaksikan obrolan tersebut.

Shandy tidak memungkiri, di lingkungan kerja keartisan, kemungkinan mengalami kerontokan rambut atau menjadi botak sangat besar. Hal itu tentu saja karena penggunana berbagai cairan atau pewarna rambut untuk kebutuhan syuting dengan waktu yang relatif panjang.

“Ini sebenarnya bukan hanya karena usia tapi juga faktor genetik, gaya pakai wax dan lain-lain tadi, nggak cuci rambut pulang padahal syuting sampai 20 jam. Hal-hal begitu yang memperburuk-memperparah,” lanjut bintang sinetron “Jodoh Wasiat Bapak” itu.

Sekarang Shandy Sjariff mengaku sudah bisa tersenyum. Bagian kepalanya yang mengalami penipisan dan ruang yang kosong itu kini sudah ditumbuhi rambut secara normal kembali. Setahun yang lalu, Shandy memang memutuskan untuk menjalani “hair transplant” di Farmanina Aesthetic & Hair Clinic.

Cerita yang sama juga diungkapkan oleh Donny Damara. Bintang film “Lovely Man” itu secara terbuka mengatakan dirinya mengalami kerontokan rambut. Hanya saja, saat ini, ia masih menjalani proses PRP (Platelet Rich Plasma) karena keterbatasan waktu. PRP adalah terapi perawatan rambut rontok dan merangsang pertumbuhan rambut.

“Ya saya masih terbatas waktu syuting yang padat sehingga masih PRP dulu. Saya juga merasakan hal yang sama seperti Shandy, kok banyak ‘jendele-jendela’ di kepala sih. Lalu saya datanglah ke Farmanina yang di Tebet, dianalisa kulit kepala saya, rambut saya. Saya dianjurkan sebelum melakukan ‘transplant rambut’ dilakukan dulu PRP,” terang aktor 57 tahun itu.

Dapat Banyak Tanggapan Positif

Topik Terkait