img_title
Foto : Istimewa

Kisah-kisah misterius sering terkait dengan pasar setan, termasuk cerita tentang orang yang menghilang setelah mengunjungi tempat tersebut atau mengalami pengalaman horor di sekitarnya.

Hal ini sering menjadi peringatan akan bahaya hal-hal supranatural dan pentingnya menjaga diri dari godaan kegelapan.

Sang sutradara Wisnu Surya Pratama, yang sebelumnya dikenal dengan karya-karya pendek dan dokumenter, menyatakan bahwa Pasar Setan tidak hanya menghibur tetapi juga mengangkat isu-isu yang relevan dengan masyarakat Indonesia, termasuk fenomena cancel culture yang menjadi latar belakang cerita film ini.

Fenomena untuk mendapatkan viewers, bagaimana menjadi terkenal itu terkadang dilakukan dengan cara-cara seperti fake story, cerita yang dipaksakan ada, demi konten. Sementara itu, terkadang ketika orang sudah berbuat kesalahan juga di-cancel dan di-bully habis-habisan di media sosial,” ungkap Wisnu Surya Pratama.

Film horor Pasar Setan dibintangi oleh Audi Marissa, Roy Sungkono, Pangeran Lantang, Shindy Huang, Michelle Tahalea, Kiki Narendra, Agni Pratistha, Epy Kusnandar, Fangtatis, dan Fajar Gomez. (BBI)

Topik Terkait