img_title
Foto : Instagram/filmpemandijenazah

IntipSeleb Film – Film Pemandi Jenazah menyajikan teror mengerikan yang dialami seorang pemandi jenazah. Film karya sutradara Hadrah Daeng Ratu dan penulis Lele Laila ini sangat mencekam dengan alur cerita yang padat.

Jalan cerita film Pemandi Jenazah tersusun dengan rapi, sehingga hampir tidak ada celah kecacatan saat mempersembahkan kengerian yang terbalut. Berikut ini review film Pemandi Jenazah.

Teror Menegangkan Disajikan dalam Alur Cerita Padat

Dok. Istimewa
Foto : Dok. Istimewa

Film Pemandi Jenazah mengisahkan Lela, seorang pemandi jenazah di sebuah perkampungan. Saat menjadi pemandi jenazah, Lela menemukan keanehan-keanehan di tubuh jenazah. Hal ini membuat Lela bertekad untuk menguak keanehan tesebut.

Saat baru diputar, film Pemandi Jenazah langsung memperlihatkan unsur seram khas film horor. Aghniny Haque dan Djenar Maesa Ayu membawa kesan terhadap profesi pemandi jenazah sebagai pekerjaan yang mulia sekaligus menyimpan banyak rahasia.

Kolaborasi Hadrah Daeng Ratu dan Lele Laila tidak mengecewakan. Film Pemandi Jenazah penuh dengan jump scare yang membuat terlompat dari kursi bioskop. Walau begitu, adegan-adegan menyeramkan ini dibalut dengan apik sehingga penonton selalu terpaku pada layar.

Tak cuma jump scare, film Pemandi Jenazah mempersembahkan unsur santet, yang sangat akrab dengan kehidupan tradisional di desa. Santet-santet ini dibungkus dengan kematian-kematian yang mengundang tanda tanya, khususnya bagi Lela si Pemandi Jenazah.

Film Pemandi Jenazah bisa dibilang beda dari film horor kebanyakan di Indonesia. Bukan cuma satu kejadian yang men-trigger tragedi mengerikan lainnya, film Pemandi Jenazah mencekam dengan kematian demi kematian.

Senam jantung, mungkin itu yang menggambarkan bagaimana film Pemandi Jenazah bisa menyalurkan ketakutan tiap menit dalam alur cerita yang padat.

Visual Meyakinkan

Dok. Istimewa
Foto : Dok. Istimewa

Alur cerita dengan intensitas yang kian meningkat didukung dengan visual meyakinkan di film Pemandi Jenazah. Dieksekusi dengan baik, film ini memperlihatkan secara rinci bagaimana penampakan jenazah yang meninggal tidak wajar.

Efek visual yang realistis sangat diperjuangkan oleh Hadrah Daeng Ratu. Apalagi, film Pemandi Jenazah mempertimbangkan dengan matang untuk memakai kuburan asli. Adegan mengkafani juga dilakukan dengan serius, dengan mempertimbangkan jumlah lembar kain dan kapasnya. Tak ayal, visualnya sangat meyakinkan sehingga atmosfer horor yang didapatkan makin terasa kelam.

Unsur relate ke kehidupan nyata juga dimiliki oleh Pemandi Jenazah. Bagaimana rasanya kehilangan orang tua, mimpi buruk soal kematian, sampai fenomena santet di perkampungan, membuat siapapun yang menontonnya akan merasa ‘terikat’.

Akting yang Natural Tapi Mencekam

Dok. Istimewa
Foto : Dok. Istimewa

Akting Aghniny Haque patut diacungi jempol di film Pemandi Jenazah. Aghniny mampu membawakan karakter Lela yang selalu ingin tahu, penuh pertimbangan, traumatis, sekaligus penyayang, dibawakannya dengan totalitas.

Para pemain pendukung juga tidak kalah krusial. Ibrahim Risyad jadi seorang adik yang dinilai cuek tapi peduli dalam aksinya, sedangkan Amara Sophie yang diam-diam menghanyutkan. Tak lupa pula, pemeran ibu-ibu yakni Ruth Marini, Mian Tiara, Nola B3, Vonny Anggraini, sampai Djenar Maesa Ayu yang berhasil menerjemahkan slenario film horor ke akting menakutkan nan mencekam.

Overall, film Pemandi Jenazah adalah film horor yang mengerikan, menegangkan, alur cerita padat, akting natural, dan visual realistis. Kolaborasi Hadrah Daeng Ratu dan Lele Laila dalam film horor Pemandi Jenazah bisa disaksikan di bioskop pada 22 Februari 2024.

Topik Terkait