img_title
Foto : Instagram/@dr.tirta

"Pada hari Minggu, 13 September 2020, aku mau pergi ke Nias Sumut dari Jakarta. Karena belum sempat melakukan rapid test di hari sebelumnya, jadi aku berencana untuk melakukan rapid test di bandara," tulis akun @listongs seperti dikutip IntipSeleb, Minggu 20 September 2020.

LHI mengaku sampai di terminal 3 bandara Soetta pada pukul 4 pagi, untuk melakukan tes di tempat resmi yang disediakan pihak bandara. Dia yakin bahwa hasil tes akan non reaktif, tapi ternyata dia justru dinyatakan reaktif. Dia sudah berniat membatalkan penerbangannya, namun dokter yang melakukan pemeriksaan justru menawarkan perubahan data atas hasil rapid yang dijalaninya.

"Habis itu dokternya nanyain, 'kamu jadi mau terbang gak?' di situ aku bingung kan, hah kok nanya nya gini. Terus aku jawab lah 'lah emangnya bisa ya, pak? kan setau saya ya kalo reaktif ga bisa lanjut travel', habis itu dokternya bilang 'ya bisa nanti saya ganti data-nya'," ujar LHI.

Singkat cerita, LHI yang sempat menolak akhirnya menerima tawaran itu. Tapi ternyata, oknum dokter tersebut mengikutinya hingga departure gate dan meminta bayaran. LHI pun mengaku memberikan transfer pada dokter itu sebesar Rp1,4 Juta. Selain meminta bayaran, dia juga menyebut oknum dokter tersebut melakukan pelecehan kepada dirinya dengan mencoba mencium bibirnya serta meraba payudara.

"Aku kira cuma selesai sampai di situ, ternyata enggak :(abis itu, si dokter ndeketin aku, buka masker aku, nyoba untuk cium mulut aku. Di situ aku bener2 shock, ga bisa ngapa2in, cuma bisa diem, mau ngelawan aja gabisa saking hancurnya diri aku di dalam," ujarnya.

Dia sendiri mengaku tidak dapat melakukan perlawanan saat kejadian tersebut karena merasa terpukul dan tidak berdaya.

"Please jngan hujat aku ‘aku nya yang ngebolehin/gak ngelawan’ tapi jujur, pada saat kejadian bener2 gak bisa ngapa2in dan ngerasa powerless," tandas @listongs.

Topik Terkait