Foto : Freepik.com

IntipSeleb – Istilah child grooming kembali menjadi sorotan publik setelah aktris Aurelie Moeremans mengungkap pengalaman traumatis yang dialaminya saat masih berusia 15 tahun. Kisah tersebut ia tuangkan secara terbuka melalui buku memoarnya berjudul Broken Strings, yang kemudian dibagikan kepada publik lewat akun media sosial pribadinya.

Pengakuan tersebut memicu diskusi luas di masyarakat mengenai child grooming, sebuah kejahatan seksual yang kerap luput disadari karena berlangsung secara halus dan bertahap. Dilansir dari berbagai sumber berikut penjelasan tentang child grooming.

Secara umum, child grooming adalah tindakan manipulasi yang dilakukan orang dewasa terhadap anak-anak atau remaja dengan tujuan mendapatkan kepercayaan, membangun kedekatan emosional, hingga akhirnya melakukan pelecehan atau eksploitasi seksual. Pelaku dalam praktik ini sering disebut sebagai predator.

Berbeda dengan kekerasan seksual yang terjadi secara langsung, child grooming merupakan proses terencana dan berlapis, di mana pelaku perlahan meruntuhkan batasan pribadi korban agar mudah dikendalikan.

Bagaimana Proses Child Grooming Terjadi?

Seseorang dapat dikatakan mengalami child grooming apabila pelaku memang memiliki tujuan khusus untuk memanipulasi pola pikir anak sejak awal. Biasanya, predator akan menargetkan anak atau remaja yang memiliki kepercayaan diri rendah, sedang mengalami konflik keluarga, atau merasa kesepian.

Pelaku kemudian memposisikan diri sebagai sosok yang paling memahami perasaan korban. Perhatian berlebihan, empati, dan sikap seolah-olah peduli membuat anak merasa istimewa dan akhirnya menaruh kepercayaan penuh.

Topik Terkait