Foto : YouTube/ Dodit Mulyanto

Selama beberapa tahun terakhir, hustle culture sempat menjadi standar kehidupan anak muda. Bangun pagi demi kerja tambahan, lembur terus-menerus, sampai merasa bersalah saat istirahat dianggap sebagai bentuk ambisi.

Namun, kini banyak Gen Z mulai mempertanyakan pola hidup tersebut. Mereka sadar bahwa produktif tanpa jeda justru memicu burnout dan kelelahan mental.

Fenomena ini terlihat dari semakin populernya konten bertema “healing”, “offline day”, hingga “logging off” di TikTok. Bahkan sejumlah anak muda mulai membatasi penggunaan media sosial demi menjaga kesehatan mental mereka.

Kenapa Gen Z Mulai Lelah dengan Hidup Serba Cepat?

Tekanan algoritma media sosial jadi salah satu penyebab utamanya. Gen Z tumbuh di era internet yang membuat mereka terus terpapar standar hidup orang lain setiap hari.

Mulai dari pencapaian karier, relationship goals, sampai gaya hidup mewah, semuanya bisa memicu rasa insecure dan FOMO. Beberapa riset juga menunjukkan penggunaan TikTok berlebihan dapat memengaruhi perilaku adiktif dan persepsi waktu pengguna.

Karena itu, banyak anak muda mulai mencari “pelarian sehat” dengan kembali menikmati aktivitas offline dan rutinitas sederhana.

Topik Terkait