IntipSeleb – Di tengah budaya flexing dan tuntutan hidup serba cepat, muncul satu tren baru yang mulai ramai dibicarakan di media sosial: quiet living. Generasi Z kini perlahan meninggalkan gaya hidup penuh tekanan dan mulai memilih hidup yang lebih tenang, sederhana, serta fokus pada kebahagiaan kecil sehari-hari.
Fenomena ini makin viral di TikTok dan Instagram lewat konten bertema “slow morning”, “simple living”, hingga “digital detox routine”. Banyak anak muda mengaku mulai lelah dengan budaya hustle culture yang membuat mereka terus merasa harus produktif setiap saat.
Apa Itu Quiet Living?
Quiet living adalah gaya hidup yang menekankan ketenangan, kesederhanaan, dan hidup tanpa tekanan berlebihan. Tren ini tidak selalu berarti hidup minimalis ekstrem atau anti sosial media, melainkan lebih ke memilih hidup yang terasa cukup dan nyaman untuk diri sendiri.
Kalau dulu kesuksesan identik dengan barang mewah, jadwal sibuk, dan pencapaian besar, kini banyak Gen Z justru merasa bahagia lewat hal-hal sederhana seperti menikmati kopi pagi, jalan kaki tanpa tujuan, atau membaca buku sebelum tidur.
Tren ini bahkan disebut sebagai evolusi dari konsep “quiet luxury”, tetapi lebih fokus ke kualitas hidup dibanding sekadar penampilan estetik.
Berbeda dengan Hustle Culture
Selama beberapa tahun terakhir, hustle culture sempat menjadi standar kehidupan anak muda. Bangun pagi demi kerja tambahan, lembur terus-menerus, sampai merasa bersalah saat istirahat dianggap sebagai bentuk ambisi.
Namun, kini banyak Gen Z mulai mempertanyakan pola hidup tersebut. Mereka sadar bahwa produktif tanpa jeda justru memicu burnout dan kelelahan mental.
Fenomena ini terlihat dari semakin populernya konten bertema “healing”, “offline day”, hingga “logging off” di TikTok. Bahkan sejumlah anak muda mulai membatasi penggunaan media sosial demi menjaga kesehatan mental mereka.
Kenapa Gen Z Mulai Lelah dengan Hidup Serba Cepat?
Tekanan algoritma media sosial jadi salah satu penyebab utamanya. Gen Z tumbuh di era internet yang membuat mereka terus terpapar standar hidup orang lain setiap hari.
Mulai dari pencapaian karier, relationship goals, sampai gaya hidup mewah, semuanya bisa memicu rasa insecure dan FOMO. Beberapa riset juga menunjukkan penggunaan TikTok berlebihan dapat memengaruhi perilaku adiktif dan persepsi waktu pengguna.
Karena itu, banyak anak muda mulai mencari “pelarian sehat” dengan kembali menikmati aktivitas offline dan rutinitas sederhana.
Aktivitas Quiet Living yang Lagi Tren
Berikut beberapa aktivitas quiet living yang kini ramai dilakukan Gen Z:
Journaling
Menulis jurnal jadi cara sederhana untuk meluapkan emosi dan menenangkan pikiran. Banyak konten TikTok memperlihatkan aesthetic journaling sebagai bagian dari self-care routine.
Morning Walk
Jalan pagi tanpa membawa banyak distraksi dianggap membantu pikiran lebih fresh dan mood jadi lebih stabil.
Masak Sendiri
Alih-alih terus jajan atau mengikuti tren kuliner viral, banyak Gen Z mulai menikmati aktivitas memasak sederhana di rumah.
Digital Detox
Mengurangi screen time, mematikan notifikasi, hingga rehat dari media sosial sementara menjadi bagian penting dari quiet living.
Gaya hidup ini dianggap membantu mengurangi stres, kecemasan, dan tekanan sosial. Banyak Gen Z merasa lebih tenang karena tidak lagi terlalu sibuk membandingkan hidup mereka dengan orang lain di media sosial.
Fenomena phone-free space, digital detox, hingga penggunaan “dumb phone” juga mulai meningkat sebagai bentuk usaha menciptakan hidup yang lebih mindful.
Di Reddit sendiri, banyak pengguna muda mengaku mulai sadar bahwa terlalu lama scrolling media sosial membuat mereka merasa kehilangan waktu dan energi.