IntipSeleb – Bandung jadi tuan rumah festival budaya dan kuliner Korea selama tiga hari, 5 hingga 7 Juni 2025. Kementerian Pertanian, Pangan, dan Pedesaan Korea Selatan bersama Korea Agro-Fisheries & Food Trade Corporation (aT) dan Kedutaan Besar Korea untuk Indonesia menghadirkan pengalaman langsung produk agro-makanan halal Korea sekaligus street food yang sedang naik daun di kalangan masyarakat lokal.
Pemilihan Bandung bukan tanpa alasan. Kota ini merupakan pusat ekonomi dan pendidikan terbesar di Jawa Barat, sekaligus salah satu kota dengan komunitas penggemar budaya Korea yang paling aktif di Indonesia.
Upacara pembukaan pada 5 Juni menghadirkan Duta Besar Korea untuk Indonesia Yoon Soon-gu dan Wakil Wali Kota Bandung Erwin. Kehadiran keduanya menegaskan bahwa acara ini bukan sekadar promosi dagang, melainkan bagian dari penguatan hubungan budaya kedua negara.
“Acara ini merupakan festival yang dirancang agar generasi muda Indonesia dapat menikmati berbagai budaya Korea, seperti K-Food, K-POP, dan K-Beauty, secara bersamaan di satu tempat. Melalui budaya, kedua negara dapat saling memahami dan menjadi lebih dekat,” ujar Duta Besar Yoon.
Wakil Wali Kota, Erwin pun menyampaikan harapan senada.
“Kami berharap acara ini dapat menjadi momentum untuk memperluas empati dan pertukaran budaya antara kedua negara,” katanya.
Seluruh rangkaian acara terpusat di 23 Paskal Shopping Center, salah satu pusat perbelanjaan ikonik di Bandung. Enam perusahaan importir utama produk agro-makanan Korea di Indonesia turut hadir dan memperkenalkan berbagai produk bersertifikasi halal, mulai dari tteokbokki, ramyun, hingga aneka minuman dan produk-produk baru.
Pengunjung tidak hanya datang untuk berbelanja. Program partisipatif yang tersedia sepanjang tiga hari itu berhasil menarik perhatian besar, antara lain kelas memasak Japchae dan Bulgogi Gimbap bersama chef ternama menggunakan bahan khas Korea, permainan “Temukan Produk Korea yang Asli” untuk mengedukasi konsumen agar bisa membedakan produk orisinildengan produk tiruan, serta zona permainan tradisional Korea.
Di lokasi yang sama, Korean Cultural Center Indonesia (KCCI) menggelar Oulim Festival yang langsung disambut antusias oleh generasi muda Bandung. Festival ini menghadirkan K-POP Dance Academy, Babak Final Kompetisi Cover Dance Jawa Barat, sesi pengalaman K-Beauty, hingga Random Play Dance.
Kolaborasi antara Oulim Festival dari KCCI dan acara K-Food dari aT mengubah seluruh area menjadi satu ruang festival yang memungkinkan pengunjung merasakan Korea lewat semua indera mereka.
Shin Dong-hee, Direktur aT Jakarta, mengaku menyaksikan langsung tingginya animo masyarakat Bandung terhadap produk Korea.
“Di Bandung, saya menyaksikan langsung betapa tingginya popularitas produk agro-makanan Korea yang bersinergi dengan K-Culture,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan komitmen aT ke depan.
“Untuk memperkenalkan produk agro-makanan Korea yang aman dan sehat kepada masyarakat Indonesia, kami akan mengupayakan agar lebih banyak lagi produk makanan Korea yang mendapatkan sertifikasi halal. Selain itu, kami berkomitmen untuk memperluas jangkauan distribusi produk pangan Korea ke berbagai wilayah daerah, tidak hanya terbatas di Jakarta,” pungkas Shin Dong-hee.