"Selama 25 tahun, kepercayaan masyarakat Indonesia telah menjadi fondasi perjalanan Gery. Memasuki babak baru ini, kami ingin terus memahami kebutuhan konsumen yang terus berkembang melalui inovasi yang bermakna dan memperkuat posisi Gery sebagai teman ngemil favorit, sekaligus menunjukkan bahwa produk asli Indonesia mampu terus bersaing dan semakin dikenal di pasar global," ujar Fransiskus Johny Soegiarto, Director of Garudafood.
Memahami berbagai kebutuhan sesuai waktu menikmati camilan, Gery terus memperluas portofolio produk agar dapat dinikmati di berbagai kesempatan. Saat ini, Gery memiliki 37 produk dari berbagai kategori, seperti malkist, snack sereal, biskuit kentang, enrobed wafer, hingga confectionery.
Sejumlah produk bahkan hadir menciptakan kategori baru di industri camilan, antara lain Gery Choco Roll (2001) yang merupakan pionir dalam industri makanan ringan Tanah Air dengan memperkenalkan kemasan ekonomis eceran seharga Rp500, Gery Meises (2004), Gery Butter Cookies (2007), pionir kategori enrobed malkist dan extruded pillow snack melalui Gery Saluut Malkist (2012) dan Gery Snack Cereal (2017), serta Gery Biskuit Kentang (2025).
"Kebutuhan konsumen terhadap camilan tidak lagi bersifat seragam. Ada yang mencari camilan praktis untuk menemani aktivitas, ada pula yang ingin menikmati camilan sebagai bagian dari momen kebersamaan,” ujar Niken Esti, Brand Equity Director Garudafood.
“Karena itu, kami terus memperluas pilihan produk untuk konsumen lintas usia mulai dari anak-anak hingga orang tua agar Gery dapat hadir di berbagai kesempatan dengan karakter dan pengalaman yang berbeda. Pendekatan inilah yang menjadi dasar dalam setiap pengembangan portofolio kami," jelasnya.