Foto : IntipSeleb

Ketua Misi Religi, Marianti, menjelaskan bahwa Tresna Suci membawa pesan yang lebih luas daripada sekadar memperkenalkan busana dan warisan budaya Indonesia. Melalui persembahan tersebut, pihaknya ingin menyampaikan nilai iman, kasih, dan perdamaian kepada masyarakat dunia.

"Jika sebuah busana dapat berbicara, pesan apa yang akan disampaikan kepada dunia? Hari ini, kami tidak hanya ingin memperkenalkan busana sari Indonesia. Kami ingin menyampaikan tentang iman, kasih, dan perdamaian. Sebuah pesan kasih dari Indonesia yang dipersembahkan kepada Kanak-Kanak Yesus di Praha," ujar Marianti.

Menurut Marianti, inti dari inisiatif ini terletak pada ketulusan di balik pemberian yang dipersiapkan. Proyek tersebut tidak semata-mata berfokus pada proses merancang dan membuat busana, tetapi juga menghadirkan persembahan yang memiliki nilai dan makna mendalam.

"Proyek ini bukan hanya tentang merancang dan membuat busana, tetapi menghadirkan sebuah pemberian dengan ketulusan. Setiap unsur dipertimbangkan dengan memperhatikan kekayaan budaya, estetika, dan makna spiritual," tuturnya.

Ia juga menyoroti peran batik Indonesia sebagai bagian penting dalam memperkenalkan warisan budaya Nusantara. Dalam misi ini, kekayaan tekstil Indonesia diwujudkan melalui keterampilan Anne Avantie sebagai perancang busana.

"Melalui proyek ini, batik Indonesia menjadi spirit penting dalam memperkenalkan warisan budaya. Persembahan ini diwujudkan melalui keterampilan seorang perancang, Bunda Anne Avantie," kata Marianti.

Lebih lanjut, Marianti berharap karya tersebut dapat menjadi representasi Indonesia yang memiliki keindahan sekaligus makna di mata dunia. Pesan yang dibawa juga diharapkan dapat memperkuat nilai toleransi, persatuan, dan perdamaian di tengah keberagaman.

Topik Terkait