IntipSeleb – Pernyataan dari aktor kondang Fedi Nuril yang menuding Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid berbohong telah memicu perdebatan sengit di media sosial. Tudingan ini ia lontarkan melalui unggahan di akun Instagram pribadinya pada Senin, 1 September 2025.
Dalam unggahan tersebut, Fedi Nuril membagikan sebuah potongan video yang menampilkan pernyataan Menkomdigi Meutya Hafid. Dalam video itu, Meutya menjelaskan alasan di balik penutupan sementara fitur siaran langsung (Live) di aplikasi TikTok. Namun, Fedi menambahkan tulisan singkat di atas video.
“Bohong! @meutya_hafid,” tulisnya.
Tudingan ini langsung menarik perhatian netizen. Banyak yang mendukung Fedi Nuril dan merasa bahwa pemerintah memang sengaja menutup akses tersebut.
Sebelumnya, Meutya Hafid telah memberikan klarifikasi terkait isu ini di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta pada 31 Agustus 2025. Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak pernah menginstruksikan penutupan akses media sosial, termasuk TikTok Live.
"Live TikTok itu kami pun melihat dari pemberitahuan yang dilakukan oleh TikTok, bahwa mereka melakukan secara sukarela untuk penutupan fitur Live," kata Meutya.
Menurut Meutya, keputusan tersebut diambil secara mandiri oleh TikTok. Pihak platform melakukannya sebagai langkah antisipasi untuk mencegah penyebaran konten kekerasan di tengah maraknya unjuk rasa dan penjarahan yang terjadi beberapa hari terakhir.
Meutya juga menambahkan bahwa pemerintah berharap penutupan ini hanya bersifat sementara, mengingat banyak pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang sangat bergantung pada fitur Live TikTok untuk memasarkan produk mereka.
Sejalan dengan pernyataan Menkomdigi, pihak TikTok juga telah memberikan konfirmasi resmi pada Sabtu, 30 Agustus 2025. Melalui pernyataan tertulis, TikTok menyebut penangguhan fitur Live di Indonesia dilakukan secara sukarela sebagai langkah pengamanan tambahan.
"Kami secara sukarela menangguhkan fitur TikTok LIVE selama beberapa hari ke depan di Indonesia. Kami juga terus menghapus konten yang melanggar Panduan Komunitas dan memantau situasi yang ada,” tulis TikTok.