Film ini dibintangi oleh Laura Moane, Bilal Fadh, Maghara Adipura, Vansa Be, Itings Meledax, dan Yujeng Hensem. Para pemain tersebut menghadirkan dinamika karakter yang kuat dengan latar cerita yang menghibur.
Selain kekuatan cerita dan akting, Sunda Emperor juga menonjolkan visual sinematik dengan latar panorama alam Sukabumi. Keindahan alam tersebut menjadi elemen penting yang tidak hanya memperkaya cerita, tetapi juga memberikan pengalaman visual yang memanjakan mata penonton.
Laura Moane, yang memerankan karakter Neng Eti, mengaku menghadapi tantangan tersendiri selama proses produksi, terutama karena film ini sepenuhnya menggunakan bahasa Sunda.
“Jujur, memerankan Neng Eti jadi tantangan tersendiri buat aku, terutama karena film ini 100% menggunakan bahasa Sunda. Dari awal proses reading hingga saat syuting aku banyak banget belajar dan dibimbing oleh sutradara serta teman-teman cast di lokasi syuting. Mulai dari pelafalan hingga cara bertutur kata agar terdengar natural saat aku mengucapkan bahasa Sunda. Dengan dukungan mereka akhirnya aku bisa mudah beradaptasi untuk melafalkan bahasa Sunda sampai akhirnya proses syuting selesai.” ucap Laura Moane.
Sebagai pendiri Sapawave Films, Produser sekaligus Eksekutif Produser Much Risman menegaskan komitmen rumah produksi ini untuk menghadirkan film berbahasa daerah yang mampu bersaing di level nasional. Melalui Sunda Emperor, Sapawave Films tidak sekadar memproduksi tontonan, tetapi juga membuka ruang bagi cerita lokal untuk tampil dengan standar produksi modern dan nilai komersial yang kuat.
“Sunda Emperor kami hadirkan sebagai representasi bagaimana budaya bisa dikemas secara segar dan komunikatif untuk penonton masa kini, tanpa kehilangan identitasnya. Ini adalah langkah Sapawave Films untuk terus mendorong cerita daerah agar mendapat tempat yang layak di industri perfilman Indonesia,” ujar Much Risman.
Dengan pendekatan cerita yang segar, visual sinematik yang kuat, serta komitmen menghadirkan budaya Sunda secara autentik dan relevan, Sunda Emperor diharapkan mampu menjadi warna baru dalam industri perfilman Indonesia. Diproduksi oleh Sapawave Films, film ini tidak hanya menawarkan hiburan, tetapi juga menjadi bentuk apresiasi terhadap kekayaan cerita lokal.