Kepergiannya ke Mesir justru memperluas jaringan dakwahnya ke mancanegara. Sejumlah negara mulai mengundangnya untuk berbagi ilmu.
“Saya minta maaf belum bisa memenuhi semua undangan dikarenakan saya ingin selalu hadir dalam setiap perkuliahan saya," katanya.
Selain kuliah dan mengajar, Oki Setiana Dewi juga mengelola pesantren tahfidz Maskanul Huffadz yang berdiri sejak 2016 di Indonesia dan kini memiliki cabang di Mesir.
“Kesibukan sehari-sehari selain kuliah, mengajar di universitas secara daring, mengelola pesantren cabang Mesir, juga menulis buku," ujarnya.
Ia dikenal sebagai penulis produktif. Sejumlah bukunya antara lain Melukis Pelangi, Sejuta Pelangi, Cahaya di Atas Cahaya, Hijab I am in love, Dekapan Kematian, Sebentang Kearifan dari Barat, dan Healing Parenting. Saat ini, ia tengah mempersiapkan buku terbaru berjudul Menjadi Tenang.
“Kehidupan di Mesir yang tak sesibuk saat berada di Indonesia membuat saya mulai produktif kembali menulis buku”, ujarnya.
Aktivitas dakwah internasional Oki sebenarnya bukan hal baru. Pada 2017, ia menerima beasiswa dari Australia Indonesia Institute untuk mempelajari Islamic Studies di Australia. Di tahun yang sama, ia juga memperoleh beasiswa dari Goethe Institute di Jerman. Sejak saat itu, dakwah mancanegaranya berjalan.