Foto : IG @king_uyakuya

IntipSeleb – Artis sekaligus anggota DPR RI, Uya Kuya, melaporkan sejumlah akun media sosial yang menyebarkan hoaks tentang dirinya ke polisi. Tuduhan yang beredar menyebut politikus Fraksi PAN ini memonopoli 750 proyek Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG), sebuah klaim yang ia bantah keras.

Uya ditemui di Gedung Nusantara 1 DPR RI pada Selasa, 21 April 2026. Ia mengaku mengambil langkah hukum karena tak ingin mengulangi kesalahan masa lalu, ketika ia memilih diam menghadapi fitnah dan berakhir dengan rumahnya dijarah habis-habisan pada Agustus 2025.

Laporan Uya telah terdaftar di Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya sejak Sabtu, 18 April 2026. Ada sekitar delapan hingga sepuluh akun dari platform X, Facebook, Threads, Instagram, dan TikTok yang ia laporkan.

Suami Astrid Margaretha ini menegaskan bahwa pengalaman pahit Agustus 2025 menjadi pelajaran berharga yang tidak ingin terulang.

"Waktu Agustus kemarin saya belajar dari pengalaman, beredarnya ribuan video hoaks... saya diamkan. Akibatnya apa? Rumah saya dijarah. Keluarga saya dikorbankan," kata Uya Kuya.

Pria berusia 51 tahun ini merinci kondisi rumahnya yang hingga kini baru direnovasi 70 persen. Komplotan penjarah mengambil hampir seluruh isi rumah, mulai dari besi, kusen, pipa, hingga kloset dan wastafel. Situasi itu berdampak langsung pada kondisi mental keluarganya, termasuk anak sulungnya, Cinta Kuya.

"Kemarin Cinta bilang, 'Pah ini apa lagi sih? Emang Papa punya dapur?' Ya (mereka) sedih lah pasti. Karena mereka ngalamin apa yang terjadi sama keluarga kita di bulan Agustus itu," imbuhnya.

Uya tidak berhenti pada jalur hukum. Ia menggelar sayembara bagi netizen yang berhasil melacak identitas asli di balik akun-akun anonim tersebut dan siap mengeluarkan uang pribadi sebagai imbalan.

"Kalau ada yang bisa memberitahu dan memberikan data yang akurat lengkap account-account yang memfitnah saya itu siapa aja, hubungin saya. Kalau terbukti saya kasih uang, satu juta masing-masing," tegasnya.

Meski begitu, Uya masih mempertimbangkan kemungkinan memberi keringanan bagi akun yang sudah menghapus unggahan sebelum dilaporkan. Pintu damai ia tutup rapat untuk pelaku yang masih menantang dan ngeyel menyebarkan kebohongan.

Uya juga membantah tuduhan kepemilikan 750 dapur MBG dengan logika sederhana. Ia mengajak publik berpikir rasional soal besarnya modal yang dibutuhkan.

"Saya aja dengar ya katanya ada orang-orang yang buka dapur satu aja katanya susah setengah mati ngurus izinnya segala macam... 'Gosipnya Uya punya 750 dapur'. Berarti kalau let's say modalnya Rp3 miliar misalnya, dikali 750 dapur, berarti Rp2,250 triliun lebih. Uang dari mana?" paparnya heran.

Ia juga menyayangkan rendahnya literasi digital masyarakat, terlebih karena ada oknum berpendidikan dan berjabatan yang sempat termakan isu tak masuk akal tersebut.

Uya menduga kuat ada motif politik di balik penyebaran narasi hoaks yang terstruktur dan masif ini. Serangan siber itu muncul bersamaan dengan momen pengangkatannya sebagai Ketua DPW PAN DKI Jakarta.

"Mungkin tujuannya menyerang program ini (MBG) tapi supaya beritanya besar ya saya dipakai jadi bensinnya... Udah dicoba kayak begini. Tapi ini tidak menyurutkan saya untuk tetap bersuara, untuk tetap membela rakyat... Saya tetap tidak akan mundur," pungkasnya.

Topik Terkait