Foto : Abidzar73/instagram

"Bokap gua, Uje. Dulu dia tersesat di dunia maksiat. Semua udah dicoba. Tapi liat pas meninggal yang nganter ratusan ribu orang," lanjutnya.

Abidzar menilai setiap orang memiliki perjalanan spiritual yang berbeda-beda. Karena itu, ia merasa tidak ada manusia yang berhak menentukan siapa yang layak maupun tidak layak untuk beribadah.

Baginya, mengajak sahabat untuk menjalankan umrah justru merupakan bentuk dukungan agar seseorang bisa berubah menjadi lebih baik. Ia pun menegaskan bahwa niat baik tidak seharusnya dipatahkan dengan penghakiman.

"Masalah gimana kedepannya udah biarin orang itu sendiri, yang penting niat kita baik bawa orang buat umroh kenapa enggak?" tandasnya.

Unggahan Abidzar tersebut kemudian ramai mendapat dukungan dari netizen lain. Banyak yang menilai pernyataannya mewakili keresahan publik soal budaya menghakimi kehidupan pribadi seseorang, terutama dalam urusan ibadah.

Tak sedikit pula yang memuji cara Abidzar membela sahabatnya di tengah komentar miring yang bermunculan di media sosial.

Meski demikian, Abidzar mengaku sebenarnya enggan meladeni komentar negatif. Namun kali ini ia memilih angkat bicara karena tidak rela melihat orang yang ingin beribadah justru dihujat.

Topik Terkait