IntipSeleb – Pagelaran Sabang Merauke - Hanya Indonesia yang Punya akan kembali hadir pada 21–23 Agustus 2026 di Indonesia Arena, Senayan, dengan mengusung tema baru “Hikayat Srikandi Nusantara”.
Diselenggarakan oleh iForte bersama BCA, pagelaran ini terus berkembang sebagai pertunjukan spektakuler seni budaya kolosal yang memadukan tari, musik, dan teater dalam satu produksi kolaboratif.
Sajian tersebut itu pun sekaligus menghadirkan interpretasi baru atas kekayaan seni budaya Indonesia yang semakin relevan bagi generasi masa kini.
Sejak pertama kali digelar pada tahun 2022 di Candi Prambanan dengan tema Ibu Pertiwi, Pagelaran Sabang Merauke berkembang menjadi panggung kolosal yang secara konsisten mengangkat kekayaan seni budaya Indonesia.
Perjalanan tersebut berlanjut dengan tema Pahlawan Nusantara pada 2023 dan 2024 yang menumbuhkan semangat patriotisme, hingga tema Hikayat Nusantara pada 2025 yang menghidupkan kembali cerita rakyat dalam format pertunjukan modern.
Melanjutkan perjalanan tersebut, edisi 2026 menghadirkan pendekatan yang lebih terfokus dengan menempatkan figur perempuan sebagai pusat narasi melalui tema “Hikayat Srikandi Nusantara”.
Tema ini tidak hanya memperluas cerita, tetapi juga memperkuat perspektif tentang peran perempuan dalam membentuk nilai, karakter, dan perjalanan seni budaya Nusantara.
Dan pada Rabu 20 Mei 2026 lalu telah digelar konferensi pers Kick Off Pagelaran Sabang Merauke - Hanya Indonesia yang Punya 2026 di Main Atrium, Grand Indonesia East Mall.
Acara tersebut dibuka dengan penampilan Batavia Madrigal Singers di bawah arahan Avip Priatna membawakan “Andalas Bersatu”, dilanjutkan dengan “Padang Wulan” dan skenario pencarian Srikandi yang diperankan oleh Bagong, Petruk, Limbuk, Yuyu Kangkang dan Tumang.
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan “Manuk Dadali” serta penampilan Yura Yunita, Raisa Andriana dan para penyanyi Pagelaran Sabang Merauke membawakan lagu “Inspirasi Diri”.
Acara konferensi pers ini menjadi momentum untuk memperkenalkan tema, konsep, serta berbagai pembaruan yang akan dihadirkan dalam edisi tahun ini.
“Kami sangat berterima kasih kepada seluruh pihak-pihak yang selalu mendukung kami, sehingga Pagelaran Sabang Merauke selalu dapat berjalan lancar, sukses dan luar biasa,” ujar President Director & CEO iForte, Aming Santoso.
Acara konferensi pers ini juga dihadiri langsung oleh ibu Irene Umar, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia.
“Dedikasi para tim Pagelaran Sabang Merauke terlihat dari komitmen mereka untuk memprioritaskan seluruh proses persiapan, bahkan dengan melewatkan kesempatan tampil di Singapura demi memberikan penampilan terbaik di panggung ini,” ungkap Irene Umar.
Silvi Liswanda, Vice President Director & Deputy CEO of iForte, Executive Producer Pagelaran Sabang Merauke turut menjelaskan misi dan tujuan luhur dari perhelatan tersebut.
“Kami ingin menyajikan kekayaan budaya Indonesia yang begitu indah, beragam, dan unik dalam kemasan yang modern serta menghibur, sehingga tetap relevan dan dekat dengan masyarakat, khususnya generasi muda saat ini,” terang Silvi Liswanda.
Dari sisi talenta, pagelaran ini akan menghadirkan nama-nama baru, termasuk Raisa Andriana yang untuk pertama kalinya bergabung dan akan memerankan tokoh Srikandi, serta Galabby Thahira sebagai tokoh Limbuk.
“Sudah dari tahun-tahun sebelumnya aku penasaran sekali dengan Pagelaran Sabang Merauke, sehingga terima kasih Ibu Silvi telah mengajak aku dengan tema yang sangat spesial tahun ini, Hikayat Srikandi Nusantara, dan aku bisa berkesempatan memerankan langsung tokoh Srikandi,” jelas Raisa Andriana.
Mereka akan tampil bersama deretan talenta yang sudah beberapa kali bergabung di Pagelaran Sabang Merauke, seperti Yura Yunita, Padi Reborn, Indra Bekti, Mirabeth Sonia, Pradja Larasati, Christine Tambunan, Taufan Purbo, Risang Janur Wendo, Nino Prabowo, serta talenta-talenta lainnya lainnya.
Yura Yunita, Pemeran “Mahadewi” dan penyanyi “Inspirasi Diri” mengatakan, “Dari sekian banyak panggung yang pernah aku jalani, cuma di Pagelaran Sabang Merauke yang magisnya nggak bisa ditemui ditempat lain,”.
Dalam alur cerita, Srikandi menjadi pusat perjalanan yang mempertemukan berbagai karakter perempuan dalam hikayat Nusantara.
Mahadewi merepresentasikan penjaga harmoni alam, Dayang Sumbi membawa nilai kasih sayang dan kehormatan, Mande Rubayah (ibunda Malin Kundang) dihadirkan dari sudut pandang cinta seorang ibu, sementara Calonarang memperlihatkan sisi pengorbanan yang kompleks.
Melalui ragam karakter tersebut, pagelaran ini membangun narasi yang menempatkan perempuan sebagai salah satu kekuatan utama dalam seni budaya dan kehidupan masyarakat.
Rusmedie Agus, Sutradara Pagelaran Sabang Merauke (PSM), menjelaskan, “Setelah tahun-tahun sebelumnya kita mengadakan Pagelaran Sabang Merauke, kami melihat ada satu energi yang begitu luar biasa, namun belum menjadi tema besar, yaitu perempuan hebat negeri ini yang telah memperjuangkan nusantara dari zaman ke zaman,”.
Dari sisi produksi, Pagelaran Sabang Merauke - Hanya Indonesia Yang Punya 2026 akan melibatkan lebih dari 1.700 pelaku seni dan tim produksi, yang terdiri dari 15 penyanyi, 1 grup band nasional, 387 penari budaya dari berbagai daerah.
Selain itu terlibat pula 50 musisi tradisional, 119 anggota paduan suara gabungan dari Batavia Madrigal Singers, The Resonanz Children’s Choir, dan Armonia Choir, serta 60 anggota Jakarta Concert Orchestra dibawah arahan konduktor Avip Priatna.
Pagelaran ini juga melibatkan desainer-desainer terkemuka Indonesia, sanggar budaya, serta talenta lintas kreatifitas menjadi bagian dari upaya menghadirkan pengalaman panggung yang semakin utuh, megah, dan imersif.
Pendekatan artistik tahun ini juga terlihat dari sisi koreografi dan musikal.
Komposisi gerak dirancang untuk menonjolkan kekuatan perempuan melalui perpaduan energi yang kuat dan lembut dalam satu kesatuan visual, dengan dominasi penari perempuan sebagai salah satu pembeda utama, tetap diimbangi oleh penari pria untuk menjaga dinamika panggung.
“Hingga detik ini tercatat ada sekitar 103 nomor koreografi yang harus kita kerjakan untuk Pagelaran Sabang Merauke - Hanya Indonesia yang Punya 2026, bagaimana keberanian Hikayat Srikandi Nusantara terwujudkan melalui koreografi,” tutur Sandhidea Cahyo, Koreografer Utama Pagelaran Sabang Merauke
Selain itu, tim koreografi akan memulai sesi workshop pada 21 Mei 2026, sebelum dilanjutkan dengan rangkaian latihan intensif bersama para penari Pagelaran Sabang Merauke - Hanya Indonesia yang Punya 2026 selama tiga bulan di Yogyakarta, mulai 2 Juni 2026.
Dari sisi musikal, pendekatan yang digunakan menghadirkan warna yang lebih naratif melalui perpaduan orkestra, musik tradisional, paduan suara, dan vokal para pelakon.
Dalam hal ini, musik tidak hanya berfungsi sebagai pengiring, tetapi menjadi elemen utama dalam membangun emosi, konflik, dan kedalaman karakter di atas panggung.