Foto : Ist

IntipSeleb – Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri telah merampungkan pemeriksaan terhadap seorang perempuan berinisial CD (29), yang diketahui merupakan asisten pribadi YouTuber ternama di Jakarta. Pemeriksaan tersebut berkaitan dengan pembelian gas nitrous oxide (N2O) merek Whip Pink yang belakangan ramai menjadi sorotan publik.

Kasubdit III Dittipidnarkoba Bareskrim Polri, Kombes Pol Zulkarnain Harahap, mengungkapkan bahwa CD memenuhi panggilan penyidik pada Jumat lalu. Dalam pemeriksaan, CD mengakui pernah membeli puluhan tabung Whip Pink dalam kurun waktu akhir 2025 hingga awal 2026.

“CD sudah memenuhi panggilan dan hadir Jumat kemarin, yang bersangkutan telah membeli Whip Pink sebanyak 20 tabung pada akhir tahun 2025 dan awal 2026,” kata Zulkarnain dalam keterangan tertulis yang diterima awak media.

Menurut penyidik, tabung yang dibeli CD terdiri dari ukuran 640 gram dan 950 gram. Barang tersebut diduga digunakan bersama sejumlah teman serta pegawainya.

“Dipakai bersama teman-teman dan pegawainya,” ujar Zulkarnain.

Dari hasil pemeriksaan sementara, diketahui CD mendapatkan produk Whip Pink dengan mencarinya melalui Google menggunakan kata kunci “Whip Cream”. Setelah itu, ia diarahkan menuju kontak WhatsApp milik Admin PT Suplaindo Sukses Sejahtera (PT SSS).

“Setelah itu, mengisi format pesanan, mentransfer via mobile banking pribadi, dan barang diantar oleh kurir dalam waktu sekitar satu jam,” ucap Zulkarnain.

Penyidik juga mendalami cara penggunaan produk tersebut oleh CD. Berdasarkan keterangannya, Whip Pink digunakan dengan bantuan nozzle atau alat mekanis untuk mengarahkan gas ke dalam mulut sebelum dihirup.

“Adapun yang dilihat CD setelah menghirup Whip Pink, menunduk dan sambil menutup mata,” tutup Zulkarnain.

Kasus dugaan penyalahgunaan gas nitrous oxide berkedok produk whip cream belakangan memang tengah menjadi perhatian aparat penegak hukum. Polisi kini terus mendalami jalur distribusi serta pihak-pihak yang diduga terlibat dalam peredaran produk tersebut.

Topik Terkait