IntipSeleb – Fenomena viral "cek khodam" yang pernah ramai di media sosial Indonesia kini hadir dalam wujud berbeda. Dee Company mengangkat tren tersebut ke layar lebar melalui film horor komedi berjudul Cek Khodam, yang dijadwalkan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 16 Juli 2026.
Film ini membawa konsep yang segar dan membalik pola umum film horor. Jika biasanya manusia yang gemetar ketakutan menghadapi hantu, Cek Khodam justru menampilkan situasi sebaliknya. Para hantu dan penghuni dunia khodam yang kini dilanda panik karena manusia mulai tidak takut lagi kepada mereka.
Penyebabnya sederhana. Tekanan hidup modern seperti cicilan, tagihan, dompet kosong, dan tanggal tua membuat rasa takut manusia terhadap dunia gaib terus merosot. Kondisi itu mendorong dunia khodam ke ambang krisis eksistensi.
Cerita bermula dari kekacauan yang terjadi ketika angka ketakutan manusia terus turun. Para penghuni dunia khodam berjuang keras mempertahankan eksistensi mereka agar tidak punah. Di tengah situasi genting itu, tiga sahabat tanpa sengaja terseret ke dalam konflik besar yang menentukan nasib dua dunia sekaligus.
Cek Khodam juga mencatat momen penting bagi Jirayut. Setelah dikenal luas sebagai penyanyi dan presenter, ia kini menampilkan sisi baru dirinya melalui debut film layar lebar pertama dalam genre horor komedi ini.
Produser Dee Company, Dheeraj Kalwani, menyebut kehadiran Jirayut sebagai salah satu daya tarik utama film.
"Kami sangat antusias memperkenalkan Jirayut dalam debut film layar lebarnya. Kami percaya energi, komedi, dan kedekatannya dengan masyarakat akan menjadi salah satu daya tarik utama film ini," kata Dheeraj.
Film ini menghadirkan berbagai karakter gaib dengan kepribadian yang beragam, mulai dari Noni Belanda, Genderuwo, Pocong Karuhun, hingga sejumlah penghuni dunia khodam lainnya. Mereka tidak hadir untuk menakut-nakuti manusia, melainkan berjuang menyelamatkan dunia mereka sendiri.
Dheeraj menjelaskan bahwa ide film ini berangkat dari realitas yang sangat dekat dengan keseharian masyarakat.
"Cek Khodam lahir dari fenomena yang sangat dekat dengan masyarakat. Kami melihat bagaimana tren ini menjadi bagian dari percakapan sehari-hari dan kemudian mengembangkannya menjadi sebuah horor komedi yang segar, lucu, dan relevan dengan kehidupan saat ini," ujar Dheeraj Kalwani.
Di balik hiburan dan komedi, Cek Khodam juga menyentil realitas kehidupan modern. Film ini menggambarkan bahwa ketakutan terbesar manusia saat ini sering kali bukan lagi datang dari dunia gaib, melainkan dari persoalan hidup sehari-hari.
Melalui tawa, petualangan, dan kekacauan dunia khodam, film ini mengajak penonton menikmati hiburan yang ringan, segar, dan dekat dengan kehidupan masa kini.