Foto : Instagram.com/bebizie

IntipSelebBebizie resmi menjabat sebagai Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Jakarta Utara. Sayangnya, unggahan yang ia bagikan untuk mengumumkan jabatan barunya ini justru memicu kritik keras dari warganet. Alih-alih memaparkan program kerja untuk warga Jakarta Utara, pedangdut yang kini terjun ke dunia politik ini malah lebih fokus menampilkan detail penampilannya.

Lewat akun Threads pribadinya, Bebizie mengumumkan amanah barunya sebagai Ketua DPD PAN Jakarta Utara. Namun, warganet menyoroti isi unggahan tersebut yang lebih banyak mencantumkan nama penata rias dan penata rambut ketimbang visi maupun misi politiknya.

Politisi berusia 43 tahun ini menuliskan keterangan berikut di unggahannya.

"Bismillah mendapat amanah baru sebagai Ketua DPD PAN Jakarta Utara. MUA @bellawangmakeup Hairdo @revalhairstyle," tulisnya.

Unggahan tersebut langsung menyita perhatian warganet. Banyak yang menilai gaya penyampaian tersebut lebih mirip pengumuman jadwal syuting ketimbang pengumuman jabatan politik

Salah satu akun warganet menuliskan tanggapan yang mewakili kegelisahan publik terkait unggahan Bebizie tersebut.

"Orang mah habis caption begitu jelasin mau ngapain program apa. Malah foto muka sendiri, nama MUA sama Hairdo, ampun deh. Ini mah cocoknya, 'Bismillah dapat peran baru di film' (atau) 'Bismillah shooting'," tulis akun tersebut.

Komentar ini mendapat dukungan lebih dari 13 ribu warganet lain yang turut menyampaikan kekecewaan serupa terhadap cara Bebizie memperkenalkan jabatan barunya sebagai wakil rakyat.

Kritik warganet tidak berhenti pada gaya unggahan semata. Sejumlah warganet mulai mempertanyakan penggunaan anggaran yang bersumber dari pajak masyarakat, mengingat fokus unggahan Bebizie lebih banyak menyoal penampilan dibanding kerja politik.

"Coba tanya kak abisin anggaran buat makeup segitu berapa. Gue capek bayar pajak cuma buat orang-orang seperti mereka. Gimana negara ini mau maju," tulis salah satu warganet.

Kritik lain juga menyasar pola rekrutmen partai politik yang dinilai lebih mengutamakan popularitas dibandingkan kapasitas calon wakil rakyat.

"Partai sukanya cari yang kayak gini, bukan yang pinter. Soalnya yang pinter dan berpendidikan susah disetir," tulis warganet lainnya.

Fenomena ini menambah panjang sorotan publik terhadap gaya sejumlah politisi yang berlatar belakang selebritas. Warganet menilai unggahan seperti ini memperkuat kesan bahwa jabatan politik kerap dijalani dengan pendekatan citra visual, alih-alih program kerja yang menyentuh kebutuhan warga secara langsung.

Topik Terkait