IntipSeleb – Film horor 402 Rumah Sakit Angker Korea siap menyapa layar bioskop Indonesia. Film ini menjadi adaptasi resmi dari film horor populer asal Korea Selatan, Gonjiam: Haunted Asylum (2018), yang selama ini dikenal lewat atmosfer mencekamnya.
Produser Manoj Punjabi merancang film ini bukan sebagai tontonan horor biasa. Ia ingin penonton merasakan langsung sensasi mencekam, bukan sekadar menyaksikannya dari kursi bioskop.
"Basic-nya adalah uji nyali yang kita upgrade levelnya menjadi sesuatu yang lebih spesial. Kami ingin penonton tidak hanya melihat, tapi merasakan langsung pengalaman mencekam dari film ini," ujar Manoj Punjabi dalam konferensi pers di Jakarta, baru-baru ini.
Sutradara Anggy Umbara mengambil pendekatan teknis ekstrem demi menghadirkan atmosfer realistis di sepanjang film. Ia memilih format found footage dan mengerahkan sebanyak 28 kamera yang beroperasi secara bersamaan selama proses syuting.
Para aktor sendiri yang memegang kendali atas visual yang tertangkap kamera. Setiap pemain membawa dua hingga tiga kamera di berbagai bagian tubuh mereka. Cara ini membuat penonton mendapatkan sudut pandang orang pertama alias POV yang terasa begitu intens, seolah ikut berada di lokasi kejadian bersama para karakter.
"Para cast dipasang kamera, di masing-masing tubuhnya ada dua sampai tiga kamera, total sampai 28 kamera yang kami gunakan untuk found footage," jelas Anggy Umbara.
Meski berlatar sebuah rumah sakit terbengkalai di Korea Selatan, film ini tetap menyelipkan elemen horor khas Indonesia ke dalam alur ceritanya. Salah satu unsur lokal yang paling mencolok adalah kehadiran ritual Jelangkung.
Selain sisi mistis, film ini juga menyoroti fenomena sosial yang kini marak terjadi, yaitu obsesi kreator konten terhadap popularitas. Cerita ini menggambarkan bagaimana ambisi mengejar jumlah penonton dan cuan di media sosial bisa berujung pada konsekuensi fatal.
Film 402 Rumah Sakit Angker Korea mengikuti perjalanan lima kreator konten asal Indonesia yang terbang ke Korea Selatan. Kelimanya adalah Juna (Arbani Yasiz), Adit (Saputra Kori), Bara (Elang El Gibran), Arum (Diandra Agatha), dan Yuri (Lea Ciarachel). Mereka membawa misi ambisius, yakni menembus 3 juta penonton lewat siaran langsung atau live streaming.
Setibanya di Korea, mereka dibantu oleh Tyas (Aylena Fusil) dan Daeho (Jang Hansol), seorang ahli cerita mistis setempat. Kelompok ini kemudian memutuskan menggelar live streaming di sebuah rumah sakit tua yang menyimpan rahasia kelam.
Namun ambisi mereka meraih cuan melimpah justru berbalik menjadi teror nyata. Satu per satu kejadian supranatural mulai menghantui rombongan ini, mengubah misi pencarian konten menjadi perjuangan hidup dan mati untuk bisa keluar dari rumah sakit angker tersebut.